BerandaDaerahPuncak Usaba Pitra di Besakih Digelar 25 Januari, Ribuan Pamedek Diprediksi Padati...

Puncak Usaba Pitra di Besakih Digelar 25 Januari, Ribuan Pamedek Diprediksi Padati Pura Dalem

Foto : Paruman bahas eed Usaba Pitra di jaba pasucian Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Besakih Kangin, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Rabu (7/1/2026).

Karangasem, KabarBaliSatu

Pura Dalem Besakih kembali menjadi pusat pertemuan spiritual ribuan umat Hindu se-Bali. Puncak rangkaian upacara Usaba Pitra atau Usaba Dalem Puri akan digelar pada Redite Pahing Matal, Minggu (25/1/2026), bertempat di Banjar Kedundung, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.

Sejak Redite Kliwon Medangkungan, Minggu (18/1/2026), umat sedharma telah mendapat ruang untuk melaksanakan upacara masoda kepada para leluhur (pitra). Momentum sakral ini menjadi wujud penghormatan niskala kepada leluhur, sekaligus memperkuat ikatan spiritual umat dengan akar tradisinya.

Pamucuk Pamangku Pura Besakih, Jro Gede Artayasa, menjelaskan bahwa seluruh tahapan (eed) Usaba Pitra telah ditetapkan melalui paruman Desa Adat Besakih, yang dikoordinasikan oleh Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha, serta melibatkan seluruh pamangku Pura Besakih. Kesepakatan itu diputuskan dalam rapat di Jaba Pasucian Agung Pura Penataran Agung Besakih, Rabu (7/1/2026).

“Sejak upacara nedunang Ida Bhatara hingga nyineb pada Soma Pon Matal, Senin (26/1/2026), Ida Bhatara nyejer selama delapan hari. Selama itu, umat se-Bali diberikan kesempatan melaksanakan masoda di Tegal Penangsaran, lalu bersembahyang di Pura Prajapati dan Pura Dalem,” ujar Jro Gede Artayasa, Kamis (8/1/2026).

Upacara Usaba Pitra digelar setahun sekali, secara khusus dipersembahkan kepada para leluhur melalui banten ayaban dan banten sodaan di kawasan Tegal Penangsaran, tepatnya di jaba utara dan timur Pura Dalem. Ritual ini dimaknai sebagai ruang pertemuan spiritual antara umat dengan para pitra melalui persembahan suci.

“Ini adalah upacara untuk memuja dan menghormati leluhur di Pura Dalem Puri Besakih,” tegasnya.

Selama rangkaian upacara berlangsung, Tegal Penangsaran dipadati ribuan pamedek yang datang silih berganti. Pamangku Pura Dalem Puri Besakih, I Gusti Mangku Kubayan Alitan, menegaskan bahwa umat yang hendak melaksanakan prosesi nyodaang wajib terlebih dahulu memohon tirta di Pura Dalem.

“Soal lokasi nyodaang, bisa dilakukan di mana saja, baik di Pura Prajapati, jaba utara, maupun jaba timur,” jelasnya.

Dari sisi teknis, pengaturan pamedek menjadi perhatian serius. Seluruh kendaraan diwajibkan parkir di Terminal Kedundung, Desa Besakih. Dari titik tersebut, pamedek harus berjalan kaki sekitar 500 meter menuju Pura Dalem.

Kapolsek Rendang, Kompol Made Berata, mengatakan pihaknya masih akan menggelar rapat koordinasi dengan Badan Pengelola Objek Wisata Pura Besakih terkait pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama Usaba Pitra berlangsung.

“Nanti setelah pertemuan, baru ditentukan teknis pengaturan lalu lintas dan pengamanan pamedek,” ujarnya.

Usaba Pitra tak hanya menjadi peristiwa religius, tetapi juga cermin kolaborasi antara adat, umat, dan negara dalam menjaga ketertiban serta kesucian kawasan spiritual terbesar di Bali. Di Besakih, tradisi dan tata kelola publik kembali diuji, dan dimaknai bersama. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini