BerandaDaerahPuncak Tumpek Krulut, Gubernur Koster Ajak Generasi Muda Cintai Kearifan Lokal: Tanpa...

Puncak Tumpek Krulut, Gubernur Koster Ajak Generasi Muda Cintai Kearifan Lokal: Tanpa Budaya, Bali Tak Dikenal Dunia

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Puncak perayaan Rahina Tumpek Krulut sebagai Rahina Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang Dresta Bali berlangsung meriah di Panggung Ardha Candra, Art Centre Denpasar, Sabtu (1/8/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Puncak perayaan Rahina Tumpek Krulut sebagai Rahina Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang Dresta Bali berlangsung meriah di Panggung Ardha Candra, Art Centre Denpasar, Sabtu (1/8/2026). Di tengah semarak konser musik dan hiburan, Gubernur Bali Wayan Koster mengajak generasi muda untuk terus mencintai, menghayati, dan melestarikan kearifan lokal warisan leluhur.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Koster di hadapan masyarakat yang memadati area acara. Ia menegaskan, kearifan lokal merupakan salah satu fondasi utama yang membuat Bali dikenal luas hingga ke berbagai penjuru dunia.

“Tanpa kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur kita, Bali tidak akan bisa eksis menjadi pulau yang terkenal di dunia. Berkat leluhur, kita menjadi pulau yang terkenal di dunia. Tepuk tangan untuk leluhur kita di Bali!” ujar Koster, disambut tepuk tangan meriah masyarakat.

Menurut Koster, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga warisan budaya tersebut agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman. Kearifan lokal, kata dia, tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Supaya kita sebagai generasi penerus memahami dan menghayati kearifan lokal leluhur Bali yang diwariskan kepada kita semua,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap generasi pada akhirnya akan menjadi bagian dari sejarah dan mewariskan sesuatu kepada generasi berikutnya. Karena itu, kehidupan harus diisi dengan karya dan prestasi yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

“Kita harus mengisi kehidupan ini dengan sebaik-baiknya, dengan melakukan yang terbaik, memberikan prestasi untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Mengharumkan nama Bali di Indonesia dan di dunia,” tegasnya.

Koster berharap semangat kebersamaan dan nilai-nilai budaya Bali terus menjadi pijakan masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.

“Astungkara kita bisa menjalankan itu semua dengan semangat kebersamaan, dengan berpegang teguh pada nilai-nilai budaya yang kita miliki di Provinsi Bali,” ujarnya.

Perayaan Tumpek Krulut tahun ini dikemas dalam suasana penuh kegembiraan. Masyarakat bergoyang dan bernyanyi bersama menikmati penampilan sejumlah artis dan band papan atas Bali dalam konser gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Bali.

Sejumlah musisi yang tampil antara lain Bagus Wirata, Lolot Band, Joni Agung, Leeyonk Sinatra, Yong Sagita, Bintang Band, Bayu KW, Lebri Partami, Putri Bulan, hingga Gus Veron.

Di sela-sela acara, Koster menyampaikan bahwa konser tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi bagian dari cara masyarakat Bali merayakan Tumpek Krulut sebagai hari kasih sayang yang berakar pada tradisi lokal.

Dalam tradisi masyarakat Bali, Tumpek Krulut dimaknai sebagai momentum untuk menumbuhkan kelembutan hati, kasih sayang, serta menciptakan suasana yang damai dan harmonis. Perayaan ini juga memiliki hubungan erat dengan seni.

Bagi masyarakat Bali, seni tidak hanya menjadi sarana hiburan. Seni merupakan medium untuk memperhalus budi pekerti, membangun kepekaan rasa, sekaligus mempererat hubungan antarmanusia.

Semangat kasih sayang dalam Tumpek Krulut juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial di seluruh Bali. Gubernur Koster berbagi hidangan kepada masyarakat melalui tenant-tenant yang telah ditentukan di masing-masing kabupaten/kota.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota juga menggelar pelayanan kesehatan gratis yang dilaksanakan secara serentak bagi masyarakat. Layanan tersebut melibatkan fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta yang tersebar di seluruh wilayah Bali.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi penegasan bahwa Tumpek Krulut tidak hanya dirayakan sebagai sebuah ritual budaya, tetapi juga dihidupkan melalui semangat berbagi, kepedulian, kasih sayang, dan kebersamaan.

Melalui peringatan ini, generasi muda Bali diharapkan semakin memahami bahwa kekuatan Bali tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada budaya dan kearifan lokal yang diwariskan leluhur. Menjaga warisan tersebut berarti menjaga identitas Bali agar tetap kuat dan dihormati dunia, sekaligus memastikan nilai-nilai luhur itu terus diwariskan kepada generasi yang akan datang (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini