BerandaDaerahPorjar Bali 2026 Resmi Bergulir, 8.585 Peserta Berebut Prestasi dan Tiket Menuju...

Porjar Bali 2026 Resmi Bergulir, 8.585 Peserta Berebut Prestasi dan Tiket Menuju Masa Depan Olahraga Bali

Perkuat Pembinaan Atlet Usia Dini, Porjar Bali Jadi Pilar Prestasi Daerah

Foto: Pembukaan Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali 2026 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, Jumat (5/6/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali 2026 resmi dibuka di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, Jumat (5/6/2026). Ajang olahraga pelajar terbesar di Pulau Dewata itu menjadi panggung bagi ribuan atlet muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membuka jalan menuju prestasi yang lebih tinggi.

Sebanyak 8.585 peserta ambil bagian dalam perhelatan tahunan ini. Mereka terdiri dari 7.291 atlet, 817 pelatih, dan 477 ofisial yang mewakili sembilan kabupaten/kota di Bali.

Kota Denpasar menjadi daerah dengan jumlah atlet terbanyak yang turun bertanding, yakni 1.548 atlet. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Badung dengan 1.523 atlet. Disusul Kabupaten Buleleng sebanyak 1.112 atlet, Tabanan 706 atlet, Klungkung 675 atlet, Gianyar 619 atlet, Karangasem 427 atlet, Jembrana 357 atlet, dan Bangli 324 atlet.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, mengatakan Porjar bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan instrumen penting untuk mengukur keberhasilan pembinaan atlet pelajar yang selama ini dilakukan oleh masing-masing daerah.

Menurutnya, setiap kabupaten dan kota memiliki keunggulan serta potensi olahraga yang berbeda. Karena itu, Porjar menjadi momentum strategis untuk memetakan kekuatan daerah sekaligus menemukan bibit-bibit atlet berbakat yang dapat dibina secara berkelanjutan.

“Tujuan utama Porjar adalah mengevaluasi hasil pembinaan atlet di kabupaten dan kota se-Bali. Setiap daerah memiliki potensi olahraga yang berbeda-beda. Melalui Porjar, kita bisa memetakan potensi tersebut sekaligus menemukan bibit-bibit atlet yang dapat dibina lebih lanjut,” ujar Wesnawa.

Pada Porjar Bali 2026, para atlet akan bersaing di 44 cabang olahraga yang terdiri atas 40 cabang olahraga resmi dan empat cabang olahraga eksibisi. Pelaksanaan pertandingan dilakukan melalui kolaborasi antara Disdikpora Bali dan pengurus provinsi masing-masing cabang olahraga guna memastikan kompetisi berjalan profesional serta memberikan ruang pengembangan yang optimal bagi atlet pelajar.

Menyiapkan Generasi Emas Menuju PON 2028

Wesnawa menegaskan, fokus utama Porjar tahun ini adalah memperkuat fondasi olahraga prestasi Bali melalui pembinaan atlet usia pelajar. Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Provinsi Bali dalam mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing di level nasional sekaligus mendukung pengembangan sektor sport tourism.

“Target kami saat ini adalah pembinaan dan pemetaan potensi atlet untuk satu hingga dua tahun ke depan sebagai persiapan menuju PON 2028,” katanya.

Pembukaan Porjar Bali 2026 berlangsung meriah. Ribuan peserta memadati Lapangan Niti Mandala dalam suasana penuh semangat dan optimisme. Seremoni pembukaan ditandai dengan pelepasan balon dan burung merpati sebagai simbol harapan lahirnya atlet-atlet muda berprestasi dari Bali.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Bali, I Wayan Koster, yang dibacakan Kadisdikpora Bali, ditegaskan bahwa keberhasilan olahraga tidak dapat dicapai secara instan. Dibutuhkan proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap, berjenjang, dan berkelanjutan sejak usia dini.

“Pembinaan olahraga yang bertahap, berjenjang, dan berkelanjutan mampu melahirkan atlet andal dan berprestasi. Oleh karena itu, pembinaan sejak usia dini harus dilakukan secara terstruktur dengan program yang terintegrasi,” demikian pesan Gubernur Koster.

Koster juga mengingatkan bahwa Porjar merupakan ajang evaluasi terhadap proses pembinaan olahraga pelajar yang telah berlangsung di seluruh Bali. Karena itu, kompetisi ini diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan saling menghormati.

Mengusung tema “Bangun Atlet Berprestasi dan Berkarakter Menuju SDM Bali Unggul untuk Indonesia”, Porjar Bali 2026 diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi atlet masa depan yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai fondasi menuju Bali yang semakin maju dan berdaya saing di tingkat nasional. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini