Foto: Suasana sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Warung Dapur Alam, Jalan Bypass Ngurah Rai No.72, Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, pada Senin, 15 Desember 2025.
Denpasar, KabarBaliSatu
Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan Bali, Gde Sumarjaya Linggih (GSL) yang akrab disapa Demer, kembali menegaskan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Kegiatan kali ini digelar di Warung Dapur Alam, Jalan Bypass Ngurah Rai No.72, Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, pada Senin, 15 Desember 2025, dengan mengusung tema “Melalui Penguatan UMKM untuk Memperkokoh Empat Pilar Kebangsaan.”
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Demer dalam mencetak generasi bangsa yang tangguh, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Tidak hanya memperkuat pemahaman ideologis, kegiatan ini juga diarahkan untuk menjawab tantangan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Demer menilai bahwa penguatan ekonomi rakyat, khususnya UMKM, memiliki kaitan erat dengan ketahanan ideologi dan sosial bangsa. Oleh karena itu, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi juga dikaitkan langsung dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis digital.
Empat Pilar Kebangsaan yang disosialisasikan meliputi Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Dalam pemaparannya, Demer menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa yang kokoh dan berdaya tahan.
“Dalam upaya membangun bangsa yang kokoh, bersatu, dan berdaya tahan, terdapat sejumlah elemen fundamental yang harus menjadi perhatian bersama. Salah satu elemen paling utama adalah penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan panduan hidup berbangsa. Hubungan antara Empat Pilar Kebangsaan dan Pancasila bersifat sangat erat dan tidak terpisahkan, karena seluruh pilar kebangsaan sejatinya berakar dari nilai-nilai luhur Pancasila itu sendiri,” ujar Demer.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan manusia seutuhnya sebagai bagian dari pilar kebangsaan, yang menempatkan manusia sebagai subjek utama pembangunan. Prinsip keadilan, kemanusiaan, dan persamaan hak, menurutnya, harus diwujudkan melalui semangat gotong royong dan kebersamaan agar kemajuan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, Demer menyoroti pembangunan ekonomi berkeadilan sebagai pilar penting dalam menjaga keseimbangan dan persatuan bangsa. Ia menyebut bahwa nilai persatuan, rasa saling memiliki, dan gotong royong yang bersumber dari Pancasila menjadi kunci dalam membangun perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan.
Pilar kebangsaan lainnya, yakni pembangunan demokrasi menuju masyarakat madani dan pembinaan ketahanan nasional, juga menjadi perhatian serius. Demer menegaskan bahwa demokrasi harus dipahami sebagai budaya yang menempatkan rakyat sebagai subjek utama, sementara ketahanan nasional mencakup ketahanan ideologi, sosial, ekonomi, dan budaya dalam menghadapi dinamika global.
Dalam konteks penguatan UMKM, Demer secara terbuka mengajak pelaku usaha untuk tidak ragu memanfaatkan teknologi digital. Ia menilai masih banyak UMKM yang belum melihat manfaat langsung dari digitalisasi.
“Banyak UMKM belum melihat manfaat langsung dari digitalisasi. Anda mungkin belum menyadari bahwa teknologi bisa bantu meningkatkan penjualan, memperluas pasar, atau membuat kerja lebih efisien. Rasanya teknologi hanyalah pengeluaran tambahan, bukan investasi,” kata Demer.
Ia menegaskan bahwa media sosial merupakan alat promosi yang sangat efektif dan hemat biaya. Dengan konten yang menarik, jujur, dan konsisten, pelaku UMKM dapat membangun kedekatan dengan pelanggan sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas. Menurutnya, digitalisasi tidak harus rumit dan mahal, karena dengan strategi dan alat yang tepat, pengelolaan usaha dapat menjadi lebih efisien, rapi, dan profesional.
“Digitalisasi telah menjadi kunci utama bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang di era globalisasi ini. Dengan memanfaatkan teknologi digital, UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat daya saing,” tegasnya.
Untuk memperkuat pemahaman praktis, Demer menghadirkan Leo Agung Puri Bowo Laksono, seorang praktisi digital marketing, sebagai narasumber dalam sesi penguatan UMKM. Leo Agung memaparkan berbagai strategi sukses digitalisasi yang dapat diterapkan pelaku UMKM secara bertahap dan berkelanjutan.
“Dengan mengadopsi strategi digitalisasi yang tepat, seperti penggunaan platform e-commerce, pemasaran digital, sistem pembayaran digital, serta manajemen inventaris yang efisien, UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar,” jelas Leo Agung.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi produk dan layanan berbasis riset pasar, serta kemitraan strategis dan kolaborasi lintas sektor untuk memperluas jaringan bisnis. Menurutnya, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan global yang semakin dinamis.
“Digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga membuka peluang baru untuk pertumbuhan dan ekspansi bisnis,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Demer berharap sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam memperkuat kesadaran ideologis, tetapi juga dalam mendorong kemandirian ekonomi melalui UMKM yang adaptif, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan era digital. (kbs)

