Foto: Pemerataan Akses Pendidikan Bali Raih Terbaik II Regional Jawa-Bali, Disdikpora Bali Terus Perluas Layanan dan Tingkatkan Inovasi.
Denpasar, KabarBaliSatu
Pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Upaya tersebut mendapat pengakuan melalui penghargaan Terbaik II kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi catatan penting bagi Bali untuk terus memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Dalam ajang yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Tempo Media itu, Bali menempati posisi kedua setelah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus kepada Gubernur Bali Wayan Koster. Penyerahan berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Jumat (28/8) malam, dan disaksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.
Atas capaian tersebut, Bali memperoleh apresiasi senilai Rp1,5 miliar. Penghargaan ini merupakan bagian dari penilaian terhadap kinerja pemerintah daerah dalam memenuhi pelayanan dasar sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Wesnawa Punia, menyambut capaian tersebut sebagai sebuah kebanggaan bagi jajaran pendidikan di Bali.
Menurutnya, penghargaan tersebut memiliki arti penting karena penilaian dilakukan dalam lingkup regional Jawa-Bali yang selama ini dikenal memiliki standar pelayanan publik relatif baik.
“Dari aspek pendidikan, Provinsi Bali memperoleh kategori Terbaik II setelah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalau kita melihat kondisi regional Jawa-Bali, daerah-daerah ini memang standar pelayanan minimalnya hampir rata-rata di atas nasional,” ujar Wesnawa, Minggu (30/8).
Meski demikian, Wesnawa menegaskan penghargaan tersebut tidak boleh berhenti sebagai sebuah pencapaian. Hasil penilaian, kata dia, justru harus dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai aspek pelayanan pendidikan yang masih perlu diperbaiki.
Pemprov Bali akan terus mendorong peningkatan kualitas sekaligus memperluas jangkauan layanan pendidikan. Upaya tersebut mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.
“Kita meningkatkan capaian-capaian ini dan memperbaiki hal-hal yang memang masih diperlukan perubahan untuk mengoptimalkan dari sisi layanan atau jangkauan layanan pendidikan,” katanya.
Selain memperkuat layanan yang sudah berjalan, inovasi juga akan menjadi perhatian Pemprov Bali ke depan. Inovasi dinilai penting agar capaian pendidikan yang telah diraih dapat dipertahankan sekaligus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
“Mungkin inovasi yang lebih kita optimalkan lagi di tahun-tahun yang akan datang,” tandasnya.
Berbasis Data Kuantitatif
Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali tidak hanya mengandalkan penilaian subjektif. Kemendagri menggunakan sejumlah indikator berbasis data kuantitatif yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Kemendagri.
Penilaian diarahkan pada pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang mencakup sejumlah sektor pelayanan dasar, antara lain kesehatan, pendidikan, sarana permukiman, hingga pengelolaan sanitasi lingkungan.
Khusus kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan, pemerintah daerah dinilai berdasarkan kemampuannya menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus merata.
Indikatornya mencakup pemerataan tenaga pendidik atau guru, perluasan akses masyarakat terhadap sekolah, kualitas sarana dan prasarana pendidikan, hingga komitmen pemerintah daerah dalam pengalokasian anggaran pendidikan.
Dengan berbagai indikator tersebut, posisi Bali sebagai Terbaik II menunjukkan kuatnya kinerja pelayanan pendidikan di tengah persaingan antardaerah di kawasan Jawa-Bali.
Capaian di sektor pendidikan tersebut sekaligus melengkapi prestasi Bali pada bidang pelayanan kesehatan. Sebelumnya, Pemprov Bali meraih Terbaik I kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan.
Dua penghargaan tersebut mengantarkan Bali memperoleh total apresiasi sebesar Rp3,5 miliar.
Bagi Pemprov Bali, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi momentum untuk terus memperkuat pemerataan layanan dasar dan memastikan masyarakat di seluruh wilayah Bali memperoleh akses pendidikan dan kesehatan yang semakin berkualitas. (kbs)

