BerandaDaerahNgefans Berat dan Cinta Jokowi, Suyasa Terima Pinangan Besarkan PSI Bali, Ucapkan...

Ngefans Berat dan Cinta Jokowi, Suyasa Terima Pinangan Besarkan PSI Bali, Ucapkan Terima Kasih ke Golkar!

Foto: Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali terpilih periode 2025–2030, I Wayan Suyasa.

Badung, KabarBaliSatu

Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali terpilih periode 2025–2030, I Wayan Suyasa, akhirnya membuka alasan di balik keputusannya meninggalkan Partai Golkar dan berlabuh ke PSI. Secara jujur dan terbuka, Suyasa mengaku perpindahan tersebut didorong oleh kekagumannya yang mendalam terhadap Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Suyasa saat memberikan keterangan pers di Badung, Kamis (22/1/2026). Ia menyebut, keputusannya bergabung dengan PSI murni lahir dari kecintaan personal kepada sosok Jokowi, bukan karena kekecewaan atau konflik politik dengan partai lamanya.

“Kalau boleh saya jujur dari lubuk hati yang paling dalam, saya pindah karena saya mengidolakan Pak Jokowi. Semua orang punya idola, ada yang mengidolakan penyanyi. Saya mengidolakan beliau,” ujar Suyasa.

Ia menuturkan, selama ini dirinya belum pernah terlibat secara maksimal dalam konteks politik yang sejalan dengan nilai-nilai yang ia yakini. Namun setelah adanya komunikasi dan harapan agar dirinya bisa berkontribusi di PSI, Suyasa mengaku mantap menerima pinangan tersebut.

“Bahasa kasarnya, setelah beliau berada di DPP PSI, beliau mengharapkan saya bisa ada di PSI. Dengan kecintaan saya kepada beliau sebagai idola, saya iyakan. Artinya saya siap mengemban tugas yang sangat berat ini, minimal sebagai wujud kecintaan saya kepada Pak Jokowi,” katanya.

Suyasa juga menyinggung adanya komunikasi yang ia sebut sebagai “gayung bersambut” dari Jokowi, yang semakin menguatkan langkah politiknya untuk membesarkan PSI, khususnya di Bali. Dengan kekuatan dan jaringan yang dimilikinya, Suyasa optimistis mampu membawa PSI Bali “naik kelas”.

Meski demikian, Suyasa menegaskan bahwa keputusannya hengkang dari Golkar sama sekali tidak dilandasi rasa kecewa atau ketersinggungan. Ia justru menyampaikan rasa terima kasih kepada Partai Golkar yang telah memberinya ruang dan kesempatan di panggung politik.

“Saya berterima kasih kepada Golkar. Saya dibesarkan di sana, pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Badung, bahkan sempat maju sebagai calon Bupati Badung pada Pilkada Serentak 2024,” ungkapnya.

Lebih jauh, Suyasa mengaku merasa dihargai saat bergabung dengan PSI. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan soal materi, melainkan pengakuan terhadap kapasitas dan pengalaman politik yang dimiliki dirinya dan rekan-rekannya.

“Terlepas dari usia saya, dalam konteks politik saya dan teman-teman dihargai di PSI. Bukan soal harga atau uang, tapi penghargaan sebagai manusia. Itu yang membuat kami merasa punya tanggung jawab besar,” tegasnya.

Dengan bekal pengalaman panjang di dunia politik dan semangat baru bersama PSI, Suyasa menyatakan siap mengemban amanah sebagai Ketua DPW PSI Bali serta mengonsolidasikan kekuatan partai hingga tingkat kabupaten dan kota. Targetnya jelas: membesarkan PSI Bali dan menjadikannya kekuatan politik yang diperhitungkan ke depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) Provinsi Bali bersiap menggelar agenda konsolidasi politik terbesar pada awal 2026 melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sekaligus pelantikan pengurus DPW, DPD, dan DPC PSI se-Bali. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026, di The Trans Resort Bali, Kabupaten Badung.

Agenda tersebut tidak sekadar menjadi seremoni organisasi, melainkan menandai langkah strategis PSI Bali dalam memperkuat struktur dan identitas politiknya. Rakorwil dan pelantikan ini disebut sebagai bagian dari proses penguatan dan pembaruan wajah PSI di Bali menjelang kontestasi politik 2029.

Acara ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bersama jajaran elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI. Kehadiran pimpinan nasional PSI menegaskan posisi Bali sebagai wilayah strategis dalam peta politik nasional PSI.

Ketua Panitia Rakorwil dan Pelantikan Pengurus PSI se-Bali, Komang Suarsana, menyebut agenda ini sebagai momentum konsolidasi besar-besaran seluruh struktur partai, dari tingkat wilayah hingga kecamatan.

“Kami ingin menyatukan visi dan langkah. Bergabungnya tokoh-tokoh senior ke PSI membuktikan bahwa partai ini semakin dipercaya sebagai kendaraan perjuangan politik yang relevan. PSI Bali kini lebih solid dan siap bertarung,” tegas Komang Suarsana.

Rakorwil dan pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi PSI Bali sekaligus sinyal kesiapan partai tersebut dalam menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini