Foto: Bupati Klungkung, I Made Satria saat memimpin apel peringatan Hari Puputan Klungkung ke-118 sekaligus Hari Ulang Tahun Kota Semarapura ke-34 di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Selasa (28/4/2026).
Klungkung, KabarBaliSatu
Semangat kepahlawanan kembali dihidupkan dalam apel peringatan Hari Puputan Klungkung ke-118 sekaligus Hari Ulang Tahun Kota Semarapura ke-34 yang digelar di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Selasa (28/4/2026).
Apel yang dipimpin oleh Bupati Klungkung, I Made Satria ini dihadiri Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua DPRD Anak Agung Gde Anom, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat.
Mengusung tema “Ksatria Wimba Tuladha”, peringatan tahun ini mengajak masyarakat memaknai kembali nilai kepahlawanan sebagai pelajaran hidup. Semangat ksatria tidak lagi dimaknai sebatas keberanian di medan perang, melainkan kemampuan menaklukkan diri dan menjadi teladan di tengah kehidupan sosial.
Dalam amanat yang dibacakan Bupati, pembangunan Klungkung ditegaskan sebagai bagian dari visi besar Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Periode 2025–2030 disebut sebagai fase penting dalam meletakkan fondasi peradaban Bali untuk satu abad ke depan.
Semangat kebersamaan juga menjadi sorotan utama. Nilai-nilai lokal seperti Gilik-Saguluk, Parasparo, Salunglung Sabayantaka kembali digaungkan sebagai landasan gotong royong dalam mendorong pembangunan daerah.
Selain itu, arah kebijakan pembangunan menitikberatkan pada tiga fokus utama berbasis nilai Sad Kerthi, yakni penguatan tata kelola pemerintahan, pengendalian alih fungsi lahan, serta pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Menutup rangkaian apel, Bupati mengingatkan agar peringatan ini tidak berhenti pada seremoni semata. Generasi muda, khususnya, didorong untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi dan pijakan untuk mengoptimalkan potensi daerah.
Dengan mengusung semangat juang warisan Ida Dewa Agung Jambe, masyarakat diajak membangun Klungkung yang lebih maju, tangguh, dan bermartabat. (kbs)

