Foto: Ni Kadek Mirah Pratiwi
Buleleng, KabarBaliSatu
Kesibukan menjalani latihan fisik dan persiapan pertandingan kickboxing membuat Ni Kadek Mirah Pratiwi, alumni SMA Negeri 4 Singaraja sekaligus atlet bela diri berprestasi asal Buleleng, terlewat jadwal pendaftaran penerimaan mahasiswa baru di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.
Kelalaian administrasi tersebut menjadi penyesalan mendalam bagi Mirah. Di tengah deretan prestasi regional hingga internasional yang pernah disabetnya pada cabang olahraga karate, wushu sanda, dan kickboxing, atlet muda ini berharap masih ada ruang kebijakan atau bantuan fasilitasi agar ia dapat melanjutkan pendidikan tinggi di Undiksha.
“Saya lupa melakukan pendaftaran penerimaan peserta didik baru karena sangat sibuk latihan dan menyiapkan fisik untuk pertandingan kickboxing. Saya menyadari ini kelalaian saya pribadi,” ungkap Mirah.
Perjalanan Mirah di dunia olahraga bela diri dimulai sejak kelas V sekolah dasar melalui cabang pencak silat, sebelum akhirnya beralih menekuni karate pada tahun 2023. Selama menjadi atlet karate, ia aktif bertanding di berbagai ajang tingkat nasional hingga daerah, seperti Kejurprov, Kejurnas, dan Porjar.
Sederet raihan prestasi membanggakan yang berhasil disabetnya meliputi: juara 2 (Medali Perak) Event Internasional Kapolri di Yogyakarta (Cabang Karate), Juara 1 Singaraja Karate Club (SKC) seleksi atlet Porjar, Juara 2 (Medali Perak) Porjar Provinsi Bali tahun 2025 (Cabang Wushu Sanda), hingga Medali Perunggu Porprov Bali (Cabang Kickboxing).
Guna terus mengasah potensi serta membuka peluang prestasi baru, pada tahun 2024 Mirah memutuskan untuk mendalami cabang olahraga kickboxing.
Sadar akan kesalahannya, Mirah berharap rekam jejak prestasinya di bidang olahraga dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah maupun pihak kampus agar memberikan kesempatan baginya untuk mendaftar.
“Harapan saya kepada Bapak Bupati Buleleng, Bapak Gubernur Bali, serta Bapak Ketua DPRD dapat membantu memfasilitasi saya agar memperoleh kesempatan mendaftar di kampus Undiksha Singaraja,” tuturnya.
Selain mengejar pendidikan tinggi, atlet muda ini juga menyimpan cita-cita besar yang telah ia impikan sejak kecil, yakni menjadi anggota Polwan Brimob untuk mengabdi kepada bangsa dan masyarakat.
Meskipun menghadapi kendala pada persyaratan tinggi badan (saat ini 158 cm, dari syarat ideal 160–162 cm), Mirah berharap rekam jejak prestasinya sebagai atlet bela diri dapat menjadi nilai tambah dalam seleksi penerimaan Polri di masa mendatang.
“Harapan saya kepada Bapak Kapolri, mohon dapat mempertimbangkan rekam jejak prestasi saya di cabor olahraga. Saya ingin mengabdi kepada bangsa serta melayani masyarakat dengan tulus melalui institusi kepolisian,” pangkasnya.
Perjuangan Mirah menjadi gambaran nyata bagaimana dedikasi seorang atlet sering kali dihadapkan pada dilema antara fokus meraih prestasi dan administrasi pendidikan. Kini, ia berharap ada ruang kebijakan yang memungkinkannya memperbaiki kelalaian tersebut demi meraih masa depan yang dicita-citakan. (kbs)

