BerandaDaerahKoster Targetkan PKB ke-50 Tahun 2028 Digelar di Pusat Kebudayaan Bali

Koster Targetkan PKB ke-50 Tahun 2028 Digelar di Pusat Kebudayaan Bali

Pembangunan Zona Inti Dimulai November 2026, Gubernur Tekankan Mitra Komersial Harus Punya Modal Jelas

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster

Denpasar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-50 pada Juni 2028 sudah dapat diselenggarakan di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, Kabupaten Klungkung. Saat ini, manajemen konstruksi tengah bekerja untuk mempersiapkan pembangunan zona inti kawasan tersebut.

“Pesta Kesenian Bali ke-50 tahun 2028, bulan Juni, sudah kita laksanakan di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung,” kata Gubernur Koster ketika memaparkan perkembangan pembangunan kawasan tersebut dalam rapat paripurna DPRD Bali, Senin (21/9/2026).

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menjelaskan bahwa perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) ditargetkan rampung pada akhir September atau paling lambat awal Oktober 2026. Pembangunan kembali zona inti dijadwalkan mulai pada 24 November 2026, dengan target penyelesaian utama pada akhir 2027 atau paling lambat sebelum Juni 2028 jika terjadi pergeseran.

Zona inti yang dibangun akan mencakup panggung terbuka utama, panggung madya, panggung tertutup, serta berbagai fasilitas pendukung seni dan budaya lainnya.

Selain zona inti, kawasan tersebut juga dilengkapi zona komersial seluas sekitar 150 hektare. Gubernur Bali 2 Periode tersebut menyebut zona komersial dirancang untuk dikembangkan melalui kerja sama pihak ketiga dengan fasilitas seperti marina, lapangan golf, convention center, hotel, serta fasilitas komersial lainnya.

Mengingat kebutuhan investasi pengembangan kawasan komersial mencapai nilai yang sangat besar, Gubernur jebolan ITB Bandung tersebut meminta calon mitra memiliki kemampuan modal yang jelas. Ia berharap kawasan ini menjadi salah satu sumber pendapatan daerah sekaligus pusat kegiatan seni dan kebudayaan Bali.

“Pastikan punya uang. Jangan coba-coba. Daripada sengketa belakangan, lebih baik mundur,” pungkas Koster. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini