BerandaEventKetua DPD Golkar Bali Demer Pilih Gelar Resepsi Pernikahan di Nusa Dua...

Ketua DPD Golkar Bali Demer Pilih Gelar Resepsi Pernikahan di Nusa Dua Demi Kebersahajaan dan Kedekatan dengan Warga Bali

Jauh dari Kesan Elitis dan Mahal, Utamakan Kedekatan dengan Tokoh Lokal

Foto: Gde Sumarjaya Linggih alias Demer (kiri) dan Peggita Chelsea (kanan).

Denpasar, KabarBaliSatu

Ketua DPD Golkar Bali yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau Demer, tengah diliputi kebahagiaan. Setelah bertahun-tahun menduda, Demer resmi melepas status lajangnya dengan menikahi Peggita Chelsea. Pasangan ini menggelar upacara pernikahan secara Hindu pada Jumat 14 November 2025, dalam suasana hangat dan penuh sukacita.

Demer dan istri menggelar pesta resepsi pernikahan pada Jumat, 5 Desember 2025, di Taman Bhagawan, Nusa Dua, Kabupaten Badung.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Demer mengungkapkan alasan memilih Nusa Dua, Bali, sebagai lokasi perayaan, bukan Jakarta. Menurutnya, keputusan tersebut sangat dipertimbangkan dari sisi kenyamanan, kedekatan emosional, serta efektivitas acara.

“Saya berpikir, kalau acara ini diadakan di Jakarta, biayanya terlalu mahal. Selain itu, komunitas yang hadir di Jakarta biasanya komunitas yang lebih elit. Sementara di Bali, saya masih bisa bertemu langsung dengan banyak tokoh lokal, sehingga terasa lebih dekat dan lebih efektif,” ujar Demer.

Ia menegaskan bahwa resepsi yang direncanakan di Nusa Dua sengaja tidak dibuat berlebihan. Ia ingin merayakan kebahagiaan bersama keluarga dan komunitas terdekat tanpa kesan kemewahan yang berlebihan.

“Saya juga ingin mengadakan resepsi di Bali karena keluarga juga sebagian besar di Bali. Saya menggelar acara di Nusa Dua konsepnya memang tidak dibuat mewah atau berlebihan. Jika ingin mengadakan acara yang meriah, saya bisa saja melakukannya di hotel besar di Jakarta, tetapi itu bukan tujuan saya,” tuturnya.

Bagi Demer, Bali bukan hanya kampung halaman, tetapi juga pusat pergaulan dan ruang interaksinya dengan para tokoh yang selama ini mendukung kiprahnya.

“Selain itu, saya merasa lebih penting untuk bertemu para tokoh di Bali daripada tokoh di Jakarta. Komunitas saya juga banyak berada di Bali, sehingga Nusa Dua lebih tepat,” tambahnya.

Terkait sorotan publik mengenai perbedaan usia yang cukup jauh antara dirinya dan sang istri, Demer memberikan penjelasan lugas tanpa menutupi fakta kehidupan pribadinya.

“Ini namanya jodoh. Selain itu Peggita juga masih sendiri, saya juga sendiri setelah ditinggal meninggal dunia oleh istri, beda dengan yang lain yang masih memiliki istri tapi menikah lagi,” ungkapnya.

Selama tujuh tahun terakhir, Demer mengakui banyak merenungkan masa depannya setelah kehilangan pasangan hidup. Anak-anaknya yang telah dewasa dan hidup mandiri membuat dirinya mempertimbangkan kembali kebutuhan memiliki teman hidup.

“Selama tujuh tahun terakhir, saya memikirkan masa depan saya, jika tidak memiliki pasangan, dengan siapa saya akan melanjutkan hidup? Anak-anak saya sudah dewasa, tinggal terpisah, dan punya kehidupan masing-masing. Saya menikah dalam posisi single, dan anak-anak sudah tidak serumah dengan saya,” ujarnya.

Menurut Demer, faktor usia tidak bisa dibandingkan secara seragam karena setiap orang memiliki kondisi biologis dan kebugaran yang berbeda. Ada yang secara usia tergolong lebih tua namun tetap berada dalam kondisi fisik yang prima, sementara sebagian lainnya justru masih berusia muda tetapi memiliki kesehatan yang lebih rentan.

Baginya, yang terpenting adalah bagaimana seseorang menjaga kesehatan dan menjalani gaya hidup yang baik, sambil meyakini bahwa segala sesuatu tetap berada dalam kuasa Tuhan. Ia menilai dirinya masih berjiwa muda dan terus berupaya menjaga kebugaran tubuh agar dapat menjalani kehidupan dengan optimal.

“Soal usia, saya melihat tidak semua orang bisa disamakan. Ada orang yang secara biologis berusia tua tetapi kondisi fisiknya tetap prima. Ada juga yang usianya masih muda namun kesehatannya rentan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga kesehatan dan gaya hidup, tentu dengan tetap percaya bahwa semuanya berada dalam kuasa Tuhan,” pungkasnya.

Suasana bahagia tampak menyelimuti perjalanan baru Demer dan Peggita. Dengan resepsi yang digelar sederhana namun penuh makna di Nusa Dua, keduanya merayakan momen kebersamaan dengan keluarga, sahabat, serta para tokoh yang selama ini dekat dengan kehidupan mereka. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini