BerandaDaerahKesejahteraan Nelayan Belum Merata, Pemprov Bali Dorong Penguatan Sarana dan Prasarana

Kesejahteraan Nelayan Belum Merata, Pemprov Bali Dorong Penguatan Sarana dan Prasarana

Foto: Ilustrasi kondisi nelayan di Bali. 

Denpasar, KabarBaliSatu

Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Kondisi kesejahteraan nelayan di Bali dinilai belum merata karena sangat dipengaruhi perubahan iklim dan ketergantungan terhadap musim.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Putu Sumardiana, mengatakan nelayan menjadi salah satu kelompok penting dalam menopang perekonomian masyarakat pesisir. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, jumlah nelayan kecil di Bali mencapai lebih dari 17.000 orang.

“Kalau kita berbicara laut, berbicara masyarakat pesisir, tentunya berbicara masalah nelayan. Di Bali ini nelayan kecil datanya lebih dari 17.000 di seluruh Bali,” ujar Sumardiana belum lama ini.

Menurut dia, secara umum tingkat kesejahteraan nelayan Bali masih belum merata. Pendapatan nelayan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan musim, sehingga hasil tangkapan maupun pendapatan yang diperoleh tidak selalu stabil.

“Secara garis besar, kesejahteraan nelayan masih belum begitu bagus karena tergantung perubahan iklim dan hanya tergantung pada musim,” katanya.

Meski demikian, Sumardiana menyebut kondisi nelayan di Bali tidak sepenuhnya berada di bawah rata-rata nasional. Di sejumlah wilayah, nelayan mampu meningkatkan pendapatan dengan menjalankan pekerjaan tambahan, salah satunya menjadi pemandu wisata.

Kondisi tersebut terutama terlihat di kawasan pesisir yang aktivitas perikanannya telah terintegrasi dengan sektor pariwisata. Nelayan tidak hanya melaut, tetapi juga dapat menjadi guide atau menjalankan aktivitas pendukung pariwisata lainnya.

“Di beberapa tempat, nelayan mempunyai kegiatan atau pekerjaan selain sebagai nelayan, juga sebagai guide. Di beberapa lokasi, nelayan terintegrasi dengan kegiatan pariwisata,” jelasnya.

Meski terdapat peluang ekonomi dari sektor pariwisata, pemerintah tetap menilai intervensi untuk memperkuat sektor perikanan diperlukan. Salah satunya melalui dukungan sarana dan prasarana yang dapat membantu nelayan meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga mereka.

Sumardiana menegaskan sektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis bagi Bali. Laut tidak hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir, tetapi juga menyediakan komoditas perikanan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi hingga pasar ekspor.

Salah satu komoditas unggulan Bali adalah ikan tuna. Komoditas tersebut menjadi bagian penting dalam aktivitas perikanan sekaligus perdagangan keluar daerah dan ekspor.

“Laut ini menghasilkan ikan-ikan yang baik untuk dikonsumsi maupun diekspor. Salah satu unggulan Provinsi Bali untuk ekspor adalah ikan tuna dan sebagainya,” ujarnya.

Karena itu, penguatan sektor kelautan dan perikanan dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dukungan pemerintah terhadap nelayan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga membuka peluang diversifikasi pendapatan agar masyarakat pesisir tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi laut dan musim.

Dengan penguatan sarana-prasarana serta pemanfaatan peluang ekonomi dari sektor pariwisata dan perikanan, pemerintah berharap kesejahteraan masyarakat pesisir Bali dapat meningkat secara lebih merata. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini