Foto: Ilustrasi Petugas membantu warga melakukan pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) dalam upaya Pemkot Denpasar mempercepat capaian pendataan hingga target minimal 40 persen pada akhir Agustus 2026.
Denpasar, KabarBaliSatu
Pemerintah Kota Denpasar terus berpacu mengejar target pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Hingga akhir Agustus 2026, capaian minimal yang harus dikejar berada di kisaran 40 persen, dengan target optimal mencapai 60 persen.
Berbagai strategi mulai digenjot untuk mempercepat proses pendataan. Salah satunya dengan memperbanyak agen pendataan di lapangan sekaligus membuka lebih banyak titik layanan yang mudah dijangkau masyarakat.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sabtu (8/8), mengatakan pihaknya optimistis target minimal 40 persen dapat dicapai hingga penghujung Agustus. Optimisme tersebut ditopang oleh capaian pendataan yang pada pekan pertama Agustus telah menembus lebih dari 21 persen.
Menurutnya, capaian tersebut masih berpeluang meningkat signifikan. Setiap hari, angka pendaftaran rata-rata bertambah sekitar 1 hingga 1,5 persen.
“Jika kenaikannya mencapai 1 sampai 1,5 persen setiap hari, maka sekitar 20 hari ke depan target minimal 40 persen bisa tercapai,” ujar Arya Wibawa.
Meski demikian, proses pendataan di lapangan bukan tanpa kendala. Salah satu hambatan yang cukup sering terjadi adalah gangguan sistem saat proses penginputan data ke pusat.
Gangguan tersebut bahkan beberapa kali terjadi ketika masyarakat telah berkumpul dan siap mengikuti proses pendataan. Karena sistem tidak dapat diakses, kegiatan terpaksa dihentikan dan dijadwalkan kembali.
“Akibat gangguan sistem, masyarakat yang sudah hadir harus kembali pulang dan dijadwalkan datang keesokan harinya. Namun, tingkat kehadiran pada hari berikutnya tidak lagi semaksimal sebelumnya,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi persoalan tersebut sekaligus mempercepat capaian, Pemkot Denpasar kini memperkuat pendataan dengan menambah jumlah agen di berbagai wilayah. Penambahan agen dilakukan seiring semakin masifnya proses input data di tingkat masyarakat.
Pemkot juga memperbanyak titik layanan agar masyarakat tidak harus menempuh jarak jauh untuk mengikuti pendataan.
Tak hanya mengandalkan perangkat pemerintahan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar turut digerakkan untuk menjangkau komunitas dan kelompok masyarakat sesuai bidang masing-masing.
Dinas Kebudayaan, misalnya, akan mengoordinasikan sanggar-sanggar seni untuk mengikuti proses pendataan. Sementara itu, Dinas Koperasi diarahkan menghimpun para pelaku koperasi.
Pendataan juga menyasar kelompok masyarakat yang memiliki karakteristik pekerjaan tertentu. Para pedagang di pasar akan dijangkau melalui perangkat terkait, sedangkan kelompok nelayan dan petani akan dihimpun melalui dinas yang membidangi sektor tersebut.
Arya Wibawa menegaskan, seluruh langkah tersebut akan dimaksimalkan dalam tiga pekan ke depan. Percepatan pendataan diharapkan tidak hanya mendongkrak capaian secara kuantitatif, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses perlindungan sosial secara lebih luas.
“Langkah tersebut akan dioptimalkan selama tiga pekan ke depan untuk mempercepat pendataan sekaligus memastikan target yang ditetapkan pemerintah pusat dapat tercapai,” pungkasnya. (kbs)

