Foto: Wawali Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa meresmikan Edukator Dewata dari unsur kepemudaan, pada Kamis (19/2/2026) pagi serangkaian Kick-Off SERAMBIĀ 2026.
Denpasar, KabarBaliSatu
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa meresmikan program Edukator Dewata, edukator keuangan yang dipilih dari kalangan pemuda Bali, dengan penyematan selempang pada Kamis (19/2) pagi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kick-Off Semarak Rupiah Ramadhan, Hari Raya Nyepi, dan Idul Fitri (SERAMBI) 2026, yang digelar di depan Museum Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.
Acara dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, R. Erwin Soeriadimadja, Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Ekonomi dan Keuangan Dr. I Wayan Ekadina, jajaran Forkopimda, perwakilan OJK, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Bali, FKUB, serta organisasi kepemudaan dan tamu undangan lainnya.
Wawali Arya Wibawa menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Bank Indonesia dalam menghadirkan SERAMBI 2026 sebagai wujud komitmen memenuhi kebutuhan layanan penukaran uang bagi masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
āProgram SERAMBI ini menjadi wujud nyata komitmen BI dalam menjaga ketersediaan Rupiah yang berkualitas, layak edar, dan terpercaya di Bali,ā ujar Wawali. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan penukaran uang melalui jalur resmi dan mendukung penuh program Edukator Dewata.
āDitunjuknya generasi muda Bali sebagai edukator meningkatkan pemahaman masyarakat tentang program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Edukator Dewata diharapkan aktif mengedukasi masyarakat mengenai ciri keaslian uang, perawatan uang, serta penukaran uang pecahan kecil,ā tambahnya.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, R. Erwin Soeriadimadja, menegaskan bahwa Kick-Off SERAMBI 2026 merupakan persiapan layanan penukaran uang jelang perayaan Nyepi dan Idul Fitri. Layanan ini berlangsung sejak 13 Februari hingga 13 Maret 2026, melibatkan 12 bank dengan total 43 titik penukaran dan 169 layanan. Proyeksi kebutuhan uang kartal masyarakat naik sekitar 6 persen, sejalan pertumbuhan ekonomi sebesar Rp 3,3 triliun, dengan pecahan besar senilai Rp 3,1 triliun dan sisanya pecahan kecil.
Selain layanan penukaran uang, BI Bali juga memperkenalkan program edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah melalui Edukator Dewata. Dalam kesempatan yang sama, Bank Indonesia menyalurkan bantuan sosial berupa 400 paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.
Program ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan finansial masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran keuangan sekaligus memperkuat kebersamaan dan stabilitas ekonomi di Bali menjelang hari besar keagamaan. (kbs)

