BerandaDaerahJejak Spiritual Seorang Pemimpin: di Balik Doa Gubernur Koster Menjaga Bali Tetap...

Jejak Spiritual Seorang Pemimpin: di Balik Doa Gubernur Koster Menjaga Bali Tetap Ajeg

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster.

Denpasar, KabarBaliSatu

Riuh pembangunan nyaris tak pernah benar-benar reda di Bali. Namun di sela derap itu, Wayan Koster memilih menempuh jalan yang hening—menyusuri dermaga, menyeberangi lautan, dan menundukkan kepala di hadapan pura-pura suci.

Perjalanan dimulai dari Dermaga Pantai Kusamba. Di sana, ia berhenti sejenak, menyalami warga satu per satu sebelum berlayar menuju Nusa Penida. Setibanya di Pelabuhan Sampalan, pemandangan serupa kembali terulang: senyum hangat, jabat tangan erat, dan percakapan singkat tanpa sekat jabatan.

Rangkaian ini bukan sekadar agenda seremonial. Tapak doa dimulai di Pura Dalem Bungkut, lalu berlanjut ke Pura Dalem Ped—pusat spiritual yang selama ini menjadi penyangga keyakinan masyarakat setempat. Ombak dan angin laut mengiringi langkah menuju Pura Segara Penida, tempat laut tak sekadar bentang alam, melainkan ruang sakral.

Persembahyangan diteruskan ke Pura Pusering Sahab, sebelum menapaki ketinggian Pura Puncak Mundi. Di titik tertinggi pulau itu, doa-doa dipanjatkan untuk Bali yang ajeg, harmonis, dan sejahtera—Bali yang melaju tanpa tercerabut dari akar budayanya.

Rangkaian suci kemudian berlanjut ke Pura Pasar Agung Besakih Giritohlangkir, di kawasan kaki Gunung Agung. Dari laut Nusa Penida hingga lereng gunung tertinggi Bali, perjalanan itu membentuk satu garis pengabdian: menghubungkan wilayah, menguatkan batin, dan merawat keseimbangan.

Di Bali, pengabdian tak semata diukur dari kerja fisik dan kebijakan nyata. Ia juga hidup dalam kesetiaan menjaga harmoni sekala dan niskala. Menapak pura berarti kembali ke sumber nilai; menjaga Bali berarti memastikan pembangunan tidak menggerus spiritualitasnya.

Langkah doa itu mungkin sunyi, tetapi pesannya terang. Pengabdian kepada Bali tak cukup diucapkan—ia harus dijalani: dengan kaki yang melangkah, tangan yang menyapa, dan hati yang berserah. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini