BerandaDaerahJaga Jati Diri Pulau Dewata, Gubernur Koster Tegaskan: Tanpa Desa Adat, Bali...

Jaga Jati Diri Pulau Dewata, Gubernur Koster Tegaskan: Tanpa Desa Adat, Bali Kehilangan Identitas

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka langsung Pasamuhan Agung V Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali digelar pada Jumat, 26 Desember 2025, di Wantilan Pura Samuan Tiga, Desa Adat Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.

Gianyar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa desa adat merupakan fondasi utama keberlanjutan Bali di tengah perubahan zaman. Menurutnya, kekuatan sejati Bali tidak bertumpu pada sumber daya alam, melainkan pada budaya yang dijaga dan dirawat oleh desa adat.

“Desa Adat adalah Jati Diri Bali. Desa yang menjadi kekuatan utama kita di Bali adalah desa adat. Ini bukan untuk mengecilkan peran yang lain, tetapi harus kita akui: keandalan Bali sesungguhnya bertumpu pada keberadaan desa adat,” tegas Koster.

Ia menjelaskan, desa adat berfungsi sebagai benteng pertahanan adat istiadat, tradisi, seni budaya, serta kearifan lokal Bali, termasuk seluruh tata upakara yang menyertainya. Dalam situasi perubahan global yang begitu cepat, keberadaan desa adat menjadi penyangga utama agar nilai-nilai luhur Bali tetap hidup dan dijalankan secara konsisten.

“Karena desa adat merupakan benteng pertahanan adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali, beserta seluruh tata upakaranya. Di tengah derasnya arus perubahan zaman, nilai-nilai ini harus terus dijalankan dan dijaga,” ujarnya.

Gubernur Koster membandingkan kondisi Bali dengan daerah lain yang mengalami kemunduran budaya akibat lemahnya lembaga adat. Ia mengingatkan bahwa tanpa desa adat, identitas Bali berpotensi tergerus.

“Kalau Bali tidak memiliki desa adat, sangat mungkin budaya kita sudah tergerus, tata upakara bisa hilang, dan jika itu terjadi, ke mana masa depan Bali akan dibawa?” katanya.

Gubernur Koster menegaskan bahwa Bali tidak memiliki keunggulan sumber daya alam seperti tambang, minyak, atau gas. Satu-satunya kekuatan Bali adalah budaya.

“Bali tidak memiliki tambang, tidak punya minyak, gas, emas, atau sumber daya alam besar lainnya. Bali hanya punya satu kekuatan utama: budaya,” ucapnya.

Budaya inilah, lanjut Koster, yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekaligus daya tarik utama pariwisata Bali hingga dikenal dunia.

“Budaya inilah yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Bali, yang membuat Bali mampu bertahan dan berkembang hingga hari ini. Budaya pula yang menjadikan Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, bahkan lebih dikenal dibandingkan nama Indonesia itu sendiri,” pungkasnya.

Desa adat dan seluruh instrumennya memiliki tugas utama sebagai teladan dalam menjaga ketenteraman Bali, sekaligus menjadi pilar utama dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025-2125, Bali Era Baru. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini