Foto: Implementasi program inovasi pengelolaan sampah berbasis edukasi, seni, dan teknologi oleh Tim EcoRevive Universitas Pendidikan Ganesha di Desa Selat sebagai bagian dari Program Inovillage ke-6.
Klungkung, KabarBaliSatu
Desa Selat, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, resmi mengimplementasikan program inovasi berbasis edukasi budaya dan teknologi dalam pengelolaan sampah desa. Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Desa Selat, TPS3R Bhuana Asri, sekolah-sekolah setempat, serta mahasiswa dan dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dalam rangka mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber yang berkelanjutan. Program ini merupakan bagian dari Program Inovillage ke-6, sebuah program inovasi sosial rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Telkom University bekerja sama dengan Danantara Telkom Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan dan pemberdayaan desa berbasis inovasi mahasiswa.

Program ini dilaksanakan oleh Tim EcoRevive Universitas Pendidikan Ganesha di bawah bimbingan dosen pembimbing I Gusti Lanang Agung Raditya Putra, dengan anggota tim mahasiswa yaitu I Kadek Sindu Arta, Kadek Candra Utami Laksita Dewi, dan Gede Nanda Putra Dinatha. Kolaborasi akademisi dan mahasiswa ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa berbasis inovasi dan keberlanjutan lingkungan.
Program inovasi ini mengadopsi pendekatan edukatif melalui pemanfaatan limbah plastik menjadi karya seni berbasis WPAP (Wedha’s Pop Art Portrait), yang dikombinasikan dengan penerapan teknologi ramah lingkungan dan penguatan digitalisasi desa. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah secara partisipatif dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga selaras dengan visi pembangunan Bali melalui Program Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menekankan pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai kearifan lokal.
Sebagai bentuk implementasi nyata, tim telah menyerahkan berbagai luaran inovasi kepada Desa Selat, di antaranya 8 lukisan wajah plastik berbasis WPAP ukuran A4, 9 lukisan ukuran A3, dan 18 lukisan ukuran A2. Selain itu, dihasilkan pula masing-masing 10 karya visual Tari Legong dan Tari Baris berbasis WPAP berbahan triplek. Karya-karya tersebut merepresentasikan integrasi antara upaya pelestarian budaya lokal dengan praktik pengelolaan limbah berbasis prinsip ekonomi kreatif dan keberlanjutan lingkungan.

Pada aspek teknologi tepat guna, program ini juga menghadirkan tiga unit Rocket Stove sebagai solusi alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan dalam mendukung pengelolaan sampah. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses pembakaran dengan emisi yang lebih rendah, sehingga berkontribusi terhadap pengurangan dampak lingkungan dari pengelolaan limbah.

Selain itu, tim turut mengembangkan satu website desa yang berfungsi sebagai platform digital untuk mendokumentasikan karya daur ulang, menyediakan media edukasi pengelolaan sampah, sarana promosi, dan transparansi kegiatan TPS3R Bhuana Asri pengembangan platform digital ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas desa dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Perbekel Desa Selat menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Ia menilai inovasi yang memadukan edukasi, teknologi, dan digitalisasi mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
“Kami sangat bersyukur atas kolaborasi ini. Anak-anak sekolah kini tidak hanya belajar tentang sampah, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi karya seni yang bernilai. Website desa juga menjadi sarana promosi yang sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya.
Tim pelaksana menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penyerahan karya dan teknologi, tetapi juga memastikan keberlanjutan melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan literasi digital masyarakat.
Dengan implementasi inovasi ini, Desa Selat semakin siap menjadi desa percontohan pengelolaan sampah berbasis ekonomi kreatif dan teknologi ramah lingkungan di Kabupaten Klungkung. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lingkungan, menciptakan nilai ekonomi dari limbah plastik, serta memperkuat identitas desa sebagai desa yang harmonis, bersih, dan berdaya saing. (kbs)

