BerandaDaerahImunisasi HPV Tak Hanya untuk Anak Perempuan, Bali Catat Capaian Tertinggi Nasional...

Imunisasi HPV Tak Hanya untuk Anak Perempuan, Bali Catat Capaian Tertinggi Nasional di Provinsi Percontohan

Pemprov Bali Perluas Perlindungan dari Kanker, Imunisasi HPV Anak Laki-Laki Tembus 97,7 Persen

Foto: Ilustrasi menunjukkan tenaga kesehatan memberikan imunisasi HPV kepada anak-anak perempuan dan laki-laki sebagai upaya memperluas perlindungan terhadap risiko kanker. Pemerintah Provinsi Bali mencatat capaian imunisasi HPV anak laki-laki mencapai 97,7 persen, sekaligus menempatkan Bali sebagai provinsi dengan capaian tertinggi secara nasional dalam program percontohan.

Denpasar, KabarBaliSatu

Cakupan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) di Provinsi Bali mencapai 98,40 persen hingga 2 November 2026. Meski mendekati target, pelaksanaan program pencegahan kanker tersebut masih menghadapi tantangan, terutama penolakan dari sebagian orangtua siswa.

Kabupaten Karangasem menjadi daerah dengan capaian terendah di Bali, yakni 78,51 persen. Angka ini menunjukkan masih adanya sasaran imunisasi yang belum terjangkau secara optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., mengungkapkan bahwa secara keseluruhan cakupan imunisasi HPV terdiri atas 99,51 persen untuk anak perempuan dan 97,32 persen untuk anak laki-laki.

“Belum semua sasaran dapat dijangkau, karena masih ada penolakan oleh orangtua siswa,” kata Anom, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan data kabupaten/kota, Badung mencatat capaian tertinggi sebesar 118,23 persen. Berikutnya Gianyar dengan 109,62 persen, Denpasar 105,24 persen, dan Tabanan 103,64 persen.

Sementara itu, Karangasem masih tertinggal dengan capaian 78,51 persen. Rinciannya, imunisasi pada anak laki-laki mencapai 76,03 persen, sedangkan anak perempuan sebesar 81,07 persen.

Menurut Anom, penolakan orangtua menjadi salah satu faktor yang menghambat peningkatan cakupan imunisasi di Karangasem. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Bali terus memperkuat edukasi dan sosialisasi bersama dinas kesehatan kabupaten/kota, puskesmas, sekolah, serta berbagai pihak terkait.

Edukasi dilakukan melalui beragam saluran, termasuk media sosial dan penyebaran video informasi kepada orangtua siswa sekolah dasar. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan pentingnya imunisasi HPV sejak dini.

Di balik tantangan tersebut, pelaksanaan imunisasi HPV bagi anak laki-laki di Bali justru mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan. Bali mencatat cakupan sebesar 97,7 persen dan menjadi yang tertinggi di antara tiga provinsi percontohan, yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali.

Imunisasi HPV tidak hanya diperuntukkan bagi anak perempuan, tetapi juga anak laki-laki. Vaksinasi ini bertujuan mencegah infeksi virus HPV yang dapat memicu berbagai jenis kanker.

Pada perempuan, imunisasi HPV berperan penting dalam mencegah kanker serviks. Sementara pada laki-laki, vaksinasi dapat membantu melindungi dari risiko kanker anus, penis, orofaring, serta kutil kelamin.

Program perluasan imunisasi HPV bagi anak laki-laki dipastikan berlanjut pada 2027 sesuai perencanaan Kementerian Kesehatan. Di Bali, program tersebut mulai dilaksanakan sejak Agustus 2026 melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), dengan sasaran siswa laki-laki kelas V SD/MI atau sederajat.

Secara keseluruhan, sasaran imunisasi HPV di Bali mencapai 58.391 anak. Jumlah tersebut terdiri atas 29.818 anak laki-laki dan 28.573 anak perempuan.

Selain memperluas perlindungan melalui imunisasi sejak usia sekolah, Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga mengintegrasikan program tersebut dengan skrining kanker serviks bagi perempuan dewasa.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pencegahan kanker secara menyeluruh, mulai dari perlindungan sejak usia dini hingga deteksi dini pada kelompok perempuan dewasa. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini