BerandaDaerahBali Borong Dua Penghargaan Nasional, IPP Tertinggi dan Peningkatan Indeks Terbaik di...

Bali Borong Dua Penghargaan Nasional, IPP Tertinggi dan Peningkatan Indeks Terbaik di Indonesia, Generasi Muda Bali Makin Berdaya

Disdikpora Bali: Bukti Kemajuan Pembangunan Kepemudaan di Pulau Dewata

Foto: Pemprov Bali saat menerima penghargaan IPP Tertinggi dan Peningkatan Indeks Terbaik di Indonesia dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam rangkaian kegiatan Indonesia Youth Summit (IYS) 2026.

Denpasar, KabarBaliSatu

Provinsi Bali kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Bali berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam pembangunan kepemudaan setelah mencatatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) tertinggi dan peningkatan indeks terbaik di Indonesia.

Berdasarkan hasil pengukuran tahun 2025, IPP Bali mencapai 84,60 atau meningkat 8,85 poin dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 75,75. Capaian tersebut menempatkan Bali di posisi pertama nasional, mengungguli Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan skor 77,25 dan DKI Jakarta sebesar 75,37.

Dua penghargaan tersebut diumumkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam rangkaian kegiatan Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 yang berlangsung pada 29–30 Oktober 2026 di Teater Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, mengatakan capaian ini menjadi prestasi penting sekaligus bukti perkembangan pembangunan kepemudaan di Pulau Dewata.

“Bali tidak hanya berhasil meraih nilai IPP tertinggi secara nasional, tetapi juga menunjukkan peningkatan paling signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Wesnawa, Rabu (4/11/2026).

Dengan hasil tersebut, Bali membawa pulang dua penghargaan utama, yakni provinsi dengan Indeks Pembangunan Pemuda tertinggi dengan skor 84,60 serta provinsi dengan peningkatan IPP terbaik setelah mencatatkan kenaikan 8,85 poin sepanjang periode 2024–2025.

Sebagai informasi, IPP merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan kepemudaan di suatu daerah. Pengukurannya mencakup lima domain utama, yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi.

Menurut Wesnawa, capaian tersebut tidak boleh berhenti sebatas angka maupun penghargaan administratif. Lebih dari itu, peningkatan indeks diharapkan benar-benar mencerminkan keberhasilan program dan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

“Peningkatan indeks tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi prestasi administratif, tetapi juga mencerminkan dampak program dan kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda,” jelasnya.

Ia menambahkan, IPP memiliki peran strategis sebagai instrumen evaluasi bagi pemerintah daerah. Melalui hasil pengukuran tersebut, pemerintah dapat menilai efektivitas program yang telah berjalan, memperkuat kebijakan kepemudaan, sekaligus memastikan berbagai intervensi memberikan manfaat nyata bagi generasi muda.

“Selain menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan kepemudaan, IPP juga memiliki peran strategis sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah,” katanya.

Wesnawa menegaskan, pembangunan kepemudaan juga perlu diarahkan pada pencapaian hasil yang terukur. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program, tetapi juga memastikan setiap kebijakan mampu meningkatkan kualitas, kapasitas, dan daya saing pemuda.

Capaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari impact report atau laporan dampak pembangunan kepemudaan yang menggambarkan sejauh mana kebijakan dan program pemerintah memberikan perubahan positif bagi generasi muda.

Upaya memperkuat pembangunan kepemudaan ini sejalan dengan visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menitikberatkan pada upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia.

Melalui peningkatan kualitas generasi muda, Bali diharapkan mampu menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta memiliki kapasitas untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini