BerandaDaerahHUT Emas DPP HIPPI, Sinergi Pang Pade Payu HIPPI Bali Gaspol Wujudkan...

HUT Emas DPP HIPPI, Sinergi Pang Pade Payu HIPPI Bali Gaspol Wujudkan Bali Pusat Ekonomi Hijau, Cetak Farm Preneur Muda dari SMKN 1 Mas Ubud

Foto: DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Bali meluncurkan program “Farm Preneur Pribumi Bersinar” di ruang terbuka SMKN 1 Mas Ubud, Gianyar, Rabu (28/1/2026).

Gianyar, KabarBaliSatu

DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Bali terus menunjukkan komitmen konkret mewujudkan Bali sebagai Pusat Ekonomi Hijau. Menyambut Hari Ulang Tahun ke-50 atau HUT Emas DPP HIPPI, momentum setengah abad kontribusi organisasi pengusaha pribumi ini dimaknai dengan aksi nyata, kolaboratif, dan berdampak langsung ke akar rumput.

Mengusung spirit “Bersinergi Pang Pade Payu Wujudkan Bali sebagai Pusat Ekonomi Hijau”, HIPPI Bali meluncurkan program “Farm Preneur Pribumi Bersinar” di ruang terbuka SMKN 1 Mas Ubud, Gianyar, Rabu (28/1/2026). Program ini dirancang untuk mencetak wirausaha muda berbasis pertanian modern dan produk turunan bernilai tambah, sejalan dengan arah pembangunan hijau dan berkelanjutan Bali.

Pemilihan SMKN 1 Mas Ubud bukan tanpa alasan. Sekolah ini telah menjadi binaan dari HIPPI Bali dan telah memiliki produk unggulan karya siswa, yakni lilin aromaterapi berbahan liligundi dan teh kelor. Launching program ditandai dengan penanaman bibit liligundi dan kelor di area sekolah yang diharapkan menjadi lahan produktif sekaligus pemasok bahan baku berkelanjutan. HIPPI Bali juga membagikan 500 bibit cabai untuk ditanam dan dirawat langsung oleh para siswa.

Acara juga dirangkaikan dengan workshop singkat menghias tumpeng ulang tahun yang dibawakan Ikatan Ahli Boga (IKABOGA) Bali dan peringatan HUT ke-4 Rotary Club of Bali Bersinar yang mengusung tema “Kuatkan Ekonomi Lokal Melalui Teh Kelor SMKN 1 Mas Ubud” yang memberikan dukungan terhadap pengembangan produk teh kelor sekolah ini sebagai bagian salah satu dari tujuh fokus area Rotary yakni Growing Local Economy atau menumbuhkan dan memberdayakan ekonomi lokal.

Berbagai kegiatan di SMKN 1 Mas Ubud ini juga melibatkan sinergi dengan DPC HIPPI Kabupaten Gianyar, DPC HIPPI Kabupaten Klungkung, DPC HIPPI Kota Denpasar, DPC HIPPI Kabupaten Bangli, Rotary Club of Bali Bersinar, Ikatan Ahli Boga (IKABOGA) Bali, Pusat Studi Undiknas (PSU), STIE Satya Dharma Singaraja, Rotary Community Corps (RCC) of Keluarga Besar Mahasiswa Hindu Dharma (KBMHD) Undiknas, dan Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) Pang Pade Payu.

Ketua DPD HIPPI Bali Dr. Gung Tini Gorda menegaskan, ekonomi hijau tidak cukup hanya menjadi jargon kebijakan, tetapi harus dibangun melalui ekosistem nyata sejak dunia pendidikan. “Melalui Farm Preneur Pribumi Bersinar, kami ingin membangun ekosistem kewirausahaan berbasis ekonomi hijau dari sekolah. Anak-anak SMK harus kita dorong bukan lagi sebagai pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja,” tegasnya.

HIPPI Bali ingin melahirkan embrio wirausaha dari sekolah dengan menggarap berbagai peluang di sektor ekonomi hijau salah satunya pertanian modern. Harapannya generasi muda kembali tertarik menggeluti sektor pertanian tentu dengan cara-cara modern dan sentuhan teknologi. Hal ini juga dilakukan dengan menggandeng Komunitas Petani Muda keren yang berbagai pengetahuan tentang pertanian modern berbasi teknologi Internet of Things (IoT) bahkan kecerdasan buatan atau AI.

“Petani itu bukan pekerjaan kotor seperti stigma masa lalu. Dengan sentuhan teknologi, IoT, bahkan AI, petani bisa keren dan menghasilkan cuan yang lebih baik,” ujarnya, menegaskan pentingnya mengubah cara pandang generasi muda terhadap sektor pertanian.

HIPPI Bali, lanjut Gung Tini, menggandeng berbagai organisasi lintas sektor. Mulai dari IKABOGA Bali yang menggelar workshop singkat menghias tumpeng sebagai upaya melahirkan wirausaha kuliner muda, hingga Rotary Club of Bali Bersinar yang mendukung pengembangan produk teh kelor siswa agar berkelanjutan dan berdaya saing.

“Jadi apapun kegiatan kami, ruhnya adalah edukasi dan literasi. Dan ini akan menjadikan suatu ekosistem yang tidak hanya basa basi, tetapi wujud nyata dari bagaimana kita membangun ekosistem UMKM Pribumi Berkarya Indonesia Jaya. Itulah visi misi HIPPI,” pungkas Gung Tini Gorda.

PIC kegiatan yang juga Ketua DPC HIPPI Klungkung, Putu Apriani, menyebut kegiatan ini sebagai model kolaborasi yang diharapkan bisa direplikasi di seluruh SMK se-Bali. “Kegiatan menanam liligundi dan kelor ini bukan hanya punya nilai ekonomi, tetapi juga melatih kreativitas dan jiwa kewirausahaan anak-anak,” katanya.

Dari sisi pertanian, Pengurus DPD HIPPI Bali Bidang Pertanian Anak Agung Gede Agung Wedhatama (Gung Weda) yang juga Ketua Petani Muda Keren menekankan pentingnya Gerakan Bali Menanam untuk menjaga ketahanan pangan dan menekan alih fungsi lahan.

Kegiatan pertanian bisa dimulai dari anak-anak sekolah, dari SD, SMP, SMA/SMK sehingga selanjutnya mereka bisa menjaga alam, menjaga lingkungan, menjaga tanah Bali ini. “Kalau anak-anak sejak sekolah sudah sadar menanam, mereka akan mencintai lahan. Dengan mencintai lahan, alih fungsi bisa diminimalisasi,” ujar Gung Weda.

Kolaborasi juga diperkuat melalui peringatan HUT ke-4 Rotary Club of Bali Bersinar dengan tema “Kuatkan Ekonomi Lokal Melalui Teh Kelor SMKN 1 Mas Ubud”. President Rotary Club of Bali Bersinar Pres Gung Rai Wahyuni menegaskan fokus Rotary pada Growing Local Economy dengan memastikan keberlanjutan produksi teh kelor melalui penanaman bahan baku.

“Kegiatan menanam pohon kelor ini agar produksi teh kelor ini bisa berkelanjutan dan berdampak lebih luas kepada masyarakat khususnya kepada anak anak di SMK Negeri 1 Ubud ini,” uijarnya.

Rotary Club of Bali Bersinar bahkan berencana membentuk Interact Club di SMKN 1 Mas Ubud sebagai wadah kepemimpinan dan pengabdian siswa. “Ke depan kolaborasi ini akan kami kuatkan lagi. Dan yang membuat kami bahagia di hari ulang tahun yang ke-4 ini, kami bisa menarik 4 anggota baru untuk menjadi anggota di Rotary Club Bali Bersinar,” pungkas Pres Gung Rai Wahyuni.

Dukungan akademik datang dari Pusat Studi Undiknas (PSU). Kepala Pusat Kajian Ilmu Sosial Pusat Studi Undiknas, Dr. Nyoman Sedana menilai SMKN 1 Mas Ubud memiliki potensi besar melahirkan entrepreneur muda berdaya saing karena memadukan keilmuan eksak dan sosial. “Paradigma mencari kerja harus diubah menjadi menciptakan kerja,” tegasnya.

Apresiasi juga disampaikan District Governor Elect (DGE) Rotary District 3420 Wayan Tour Adnyana, yang menilai kegiatan kolaboratif ini memberi dampak edukatif dan inspiratif bagi siswa serta komunitas sekitar. Baginya Rotary Club of Bali Bersinar memberikan inspirasi dan vibrasi yang bagi bagi klub lain untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi untuk menghadirkan dampak positif dan perubahan nyata di tengah-tengah masyarakat.

“Ini merupakan vibrasi yang bagus bagi klub-klub yang lain, juga di setiap hari ulang tahun klub Rotary akan menginspirasi orang untuk bisa menjadi anggota rutin dan terlibat aktif dalam kegiatan yang positif,” ujar DGE Wayan Tur Adnyana.

Dari sisi budaya dan kuliner, Ketua DPD IKABOGA Bali Ir. Hj. Nimmi Gulam menekankan pentingnya filosofi dalam setiap sajian makanan. Workshop menghias tumpeng menjadi sarana transfer nilai budaya sekaligus peluang ekonomi kreatif bagi generasi muda.

“Semoga acara Sinergi Pang Pade Payu yang diadakan ini dapat berkelanjutan dan memberikan inovasi kreatif terutama kepada generasi muda dalam hal pengembangan kuliner lokal karena ada filosofi, cerita setiap makanan dan minuman,” ungkapnya.

Kepala SMKN 1 Mas Ubud I Komang Purwata, S.Pd., M.Pd., menyambut positif kolaborasi lintas sektor ini. Menurutnya, ekosistem yang dibangun HIPPI Bali menjadi penunjang penting dalam mencetak entrepreneur muda dan memperkuat literasi pertanian serta kewirausahaan siswa.

“Program Farm Preneur yang diluncurkan ini akan kami lanjutkan agar berkesinambungan dan bisa menghasilkan entrepreneur entrepreneur baru lagi dikalangan SMK. Jadi walaupun kami bukan SMK Pertanian tetapi kami inign berkontribusi untuk membudayakan cinta menanam dan mewujudkan ketahanan pangan sekaligus mencetak calon wirausaha muda baru,” kata Purwata.

Antusiasme juga datang dari para siswa. Ni Putu Galuh Darmayanti dan Ni Putu Risna Kariani, pengembang lilin aromaterapi liligundi, berharap ketersediaan bahan baku semakin terjamin dan produknya kelak mampu menembus pasar internasional. Sementara Ni Kadek Olivia, pengembang teh kelor, ingin produknya menjadi media edukasi manfaat kelor bagi kesehatan masyarakat luas.

Melalui Farm Preneur Pribumi Bersinar, HIPPI Bali menegaskan perannya bukan sekadar organisasi pengusaha, tetapi aktor strategis pembangunan ekonomi hijau. Kolaborasi lintas sektor, keberpihakan pada generasi muda, serta keberanian turun langsung ke lapangan menjadi pesan politik yang jelas: masa depan Bali yang hijau dan berdaulat ekonomi harus dibangun dari sekarang, dari sekolah, dan dari anak-anak Bali sendiri. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini