BerandaDaerahHampir 3 Ribu PMI Tercatat di Timur Tengah, Bali Siaga Antisipasi Situasi...

Hampir 3 Ribu PMI Tercatat di Timur Tengah, Bali Siaga Antisipasi Situasi Global

Foto: Kepala Disnaker ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan.

Denpasar, KabarBaliSatu

Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di kawasan Timur Tengah tercatat cukup signifikan. Sepanjang tahun 2025, total pekerja migran yang tercatat di wilayah tersebut mencapai 2.860 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 2.490 orang merupakan PMI asal Bali, sementara 370 orang lainnya merupakan PMI dari luar Bali yang proses pencatatannya dilakukan melalui wilayah Bali.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, membenarkan data tersebut. Ia menjelaskan, informasi tersebut bersumber dari BP3MI Bali serta portal resmi kp2mi.go.id.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali saat ini masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait langkah antisipatif yang perlu dilakukan, termasuk kemungkinan pemulangan warga negara Indonesia asal Bali yang bekerja di wilayah yang berpotensi terdampak konflik.

“Kita masih menunggu informasi dan arahan dari pemerintah pusat,” ujar Setiawan, Rabu (4/3/2026).

Ia menambahkan, koordinasi terus dilakukan secara intensif bersama BP2MI dan BP3MI untuk memantau perkembangan situasi di Timur Tengah sekaligus memastikan perlindungan bagi para pekerja migran.

Berdasarkan data penempatan PMI per kabupaten/kota di Bali sepanjang 2025, Kabupaten Buleleng menjadi daerah dengan jumlah pekerja migran terbanyak di Timur Tengah, yakni mencapai 895 orang.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Karangasem dengan 418 orang, disusul Kabupaten Jembrana sebanyak 254 orang. Selanjutnya Kabupaten Tabanan tercatat 196 orang, Kabupaten Gianyar 194 orang, Kabupaten Bangli 160 orang, Kota Denpasar 136 orang, Kabupaten Badung 125 orang, dan Kabupaten Klungkung 112 orang.

“Total PMI asal Bali yang bekerja di kawasan Timur Tengah tercatat sebanyak 2.490 orang,” jelasnya.

Memasuki awal tahun 2026, jumlah tersebut kembali bertambah. Data sementara menunjukkan ada tambahan 187 PMI yang berangkat ke kawasan Timur Tengah, dengan Kabupaten Buleleng kembali menjadi penyumbang terbanyak, yakni 51 orang.

Sementara itu, dari sisi negara tujuan, Turki menjadi destinasi paling diminati oleh PMI asal Bali. Jumlahnya mencapai 2.516 orang.

Selain Turki, beberapa negara Timur Tengah lainnya yang menjadi tujuan kerja PMI antara lain Kuwait sebanyak 39 orang, Uni Emirat Arab 102 orang, Arab Saudi 50 orang, Yordania 21 orang, Oman 14 orang, Qatar 11 orang, Bahrain 6 orang, serta Lebanon 1 orang.

Setiawan menegaskan, pemerintah daerah terus memperketat pengawasan terhadap proses penempatan PMI agar seluruh tahapan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Yang paling penting adalah perlindungan pekerja. Penempatan harus dilakukan secara prosedural, dan para pekerja harus memahami kontrak kerja serta hak-hak mereka,” tegasnya.

Di tengah dinamika geopolitik global yang belum sepenuhnya stabil, Pemerintah Provinsi Bali kini terus bersiaga sembari menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait langkah lanjutan bagi PMI asal Bali yang bekerja di kawasan Timur Tengah. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini