BerandaDaerahGuncang Jakarta Beat Society 2026, Jegog Suar Agung Kukuhkan Seni Tradisi Bali...

Guncang Jakarta Beat Society 2026, Jegog Suar Agung Kukuhkan Seni Tradisi Bali di Kancah Internasional

Bawa Identitas Budaya Jembrana ke Panggung Musik Dunia Lewat Regenerasi dan Kolaborasi Lintas Negara

Foto: Seniman Jegog Suar Agung saat tampil memukau dalam ajang Jakarta Beat Society 2026 di M Bloc Space, Jakarta, Sabtu (22/8).

Jakarta, KabarBaliSatu

Setelah sukses menyapa publik Jepang pada awal tahun 2026, kelompok seni Jegog Suar Agung kembali mengukuhkan eksistensinya di panggung musik internasional. Kali ini, musik bambu khas Jembrana, Bali, tersebut tampil memukau dalam ajang festival Jakarta Beat Society (JBS) 2026 yang digelar di M Bloc Space, Jakarta, Sabtu (22/8).

Perhelatan berskala internasional yang berlangsung selama dua hari pada 22–23 Agustus tersebut menjadi ruang temu strategis bagi para musisi, seniman, serta jejaring musik lintas negara. Hadir dalam acara ini perwakilan dari Amerika Serikat, Inggris, Italia, Prancis, Swedia, Jepang, Korea Selatan, hingga Australia.

Di tengah keberagaman budaya musik dunia yang berkumpul di Jakarta, Jegog Suar Agung tampil percaya diri mewakili Indonesia. Kehadiran mereka bukan sekadar pemenuhan agenda pertunjukan rutin, melainkan langkah nyata untuk menjaga dinamika dan ekspresi musik tradisi dalam ruang pertemuan budaya global.

Ketua Yayasan Suar Agung, Ikko Suar Agung Dewi, menegaskan bahwa pelestarian kesenian Jegog harus berjalan lurus dengan program regenerasi serta keberanian untuk menembus ruang pertunjukan yang lebih luas.

“Melestarikan Jegog bukan hanya menjaga apa yang diwariskan, tetapi memastikan Jegog terus dimainkan, berkembang, dan tetap memiliki tempat dalam perkembangan musik dan budaya saat ini,” ujar Ikko.

Ia menambahkan, partisipasi Jegog Suar Agung di JBS 2026 membuktikan bahwa seni tradisi yang berakar kuat pada identitas daerah mampu mengambil peran penting dalam ekosistem musik internasional.

“Jegog Suar Agung membawa bukan hanya musik, tetapi juga identitas budaya Jembrana dan Bali ke tengah pertemuan seniman serta pelaku musik dari berbagai negara,” ungkapnya lagi.

Lebih lanjut, Ikko menjelaskan, keberlanjutan Jegog akan terus dimainkan, terus berkembang, dan terus menjadi bagian dari panggung musik dunia.

Keberlanjutan tradisi ini kini diteruskan melalui proses regenerasi yang kuat di internal Suar Agung. Gede Oka Artha Negara selaku Ketua Jegog Suar Agung aktif memimpin pengembangan perjalanan kesenian Jegog. Sementara itu, Ikko Suar Agung Dewi sebagai generasi ketiga penerus keluarga Suar Agung mengemban peran penting dalam menjaga keberlanjutan dan tata kelola Yayasan Suar Agung. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini