BerandaDaerahGubernur Koster Serahkan Kerthi Bali Sewaka Nugraha 2026, Keamanan dan Kolaborasi Forkopimda...

Gubernur Koster Serahkan Kerthi Bali Sewaka Nugraha 2026, Keamanan dan Kolaborasi Forkopimda Kunci Utama Jaga Pariwisata Bali

Jajaran Forkopimda dan Tokoh Batur Dinilai Berdedikasi Melampaui Tugas Utama demi Menjaga Kondusivitas Keamanan dan Kelestarian Alam Bali

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan penghargaan Kerthi Bali Sewaka Nugraha kepada lima tokoh penting dalam acara Malam Anugerah dan Kilau Wastra Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (14/8/2026) malam.

Denpasar, KabarBaliSatu

Pemerintah Provinsi Bali menyerahkan penghargaan Kerthi Bali Sewaka Nugraha kepada lima tokoh penting yang dinilai memberikan pengabdian nyata serta dedikasi luar biasa bagi Pulau Dewata. Penganugerahan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara Malam Anugerah dan Kilau Wastra Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (14/8/2026) malam.

Dalam penyerahan penghargaan yang didampingi oleh Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya (Dewa Jack) dan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made indra tersebut, lima penerima penghargaan meliputi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, Kajati Bali Setiawan Budi Cahyono, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, serta penglingsir adat Jero Gede Duuran Batur yang diwakili oleh Sekretaris Pura Batur.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan berdasarkan pemantauan langsung terhadap kinerja konkret di lapangan dalam mendukung visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi tersebut meletakkan keamanan, ketenteraman, dan ketertiban masyarakat sebagai fondasi utama penopang keberlangsungan pariwisata yang menjadi penggerak ekonomi Bali maupun nasional.

“Ini adalah hasil pemantauan kami langsung yang terlihat hasilnya di lapangan. Bukan di atas kertas, tapi kerja konkret yang memang nyata berdampak untuk Bali sebagai pelaksanaan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Keamanan itu sesuatu yang sangat penting buat Bali, begitu juga ketentraman dan ketertiban masyarakat,” tegas Koster.

Gubernur Koster menambahkan, kekompakan jajaran Forkopimda Bali terjalin sangat solid melalui komunikasi intensif yang melampaui batas standar tugas formal. Kerja sama tersebut tidak hanya menjaga kondusivitas wilayah, tetapi juga menyentuh aspek vital pelestarian lingkungan hidup dan penegakan hukum.

Gubernur Koster memaparkan, Pangdam IX/Udayana dan Danrem 163/Wira Satya menerima penghargaan atas dedikasi menjaga keamanan sekaligus aksi nyata pembersihan dan pemulihan ekosistem danau serta perairan, seperti Danau Buyan, Yeh Malet, dan Danau Batur.

“Bapak Pangdam bersama Bapak Danrem tidak saja ngurus soal keamanan, tapi danau pun diurus. Danau Buyan itu bersih sekarang, Yeh Malet bersih, sekarang masuk lagi Danau Batur yang sebenarnya itu adalah tugasnya Kadis Lingkungan Hidup,” puji Koster.

Sementara itu, Kapolda Bali diapresiasi atas kepemimpinan yang santun, cerdas, dan cepat tanggap dalam berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menjamin ketenteraman publik. Keamanan menjadi sesuatu yang sangat penting bagi Bali. Begitu pula ketentraman dan ketertiban masyarakat merupakan kebutuhan yang utama di Bali, karena Bali ini merupakan destinasi wisata utama dunia.

“Bali ini merupakan destinasi wisata utama dunia. Jadi sedikit saja Bali ini goyang dari sisi keamanan dan ketertiban, bukan Bali saja yang akan terdampak, tapi Indonesia dan dunia,” jelasnya.

Kajati Bali dianugerahi penghargaan atas inisiatif pengamanan aset strategis daerah. Upaya penegakan hukum tersebut berhasil menyelamatkan 3 hektare aset Pemprov Bali yang mangkrak dari kerja sama pihak ketiga, serta memproses pengamanan 370 hektare tanah Desa Adat Kubutambahan yang sempat diagunkan ke perbankan baik di dalam dan luar negeri hingga Rp1,4 triliun hingga berujung kredit macet.

“Beliau melakukan sesuatu yang gak pernah dilakukan sebelumnya oleh pendahulunya, yaitu mengamankan aset Pemprov Bali. Ada aset seluas 3 hektare di tempat yang sangat strategis, dikerjasamakan sudah berpuluh-puluh tahun dengan pihak ketiga tapi mangkrak, gak menghasilkan apa-apa,” ujar Gubernur Koster.

Sedangkan Jero Gede Duuran Batur dianugerahi penghargaan atas pengabdian secara niskala (spiritual), termasuk kontribusinya memberikan bimbingan tuntunan Lontar Batur Kelawasan yang menjadi akar konsep visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Beliau itu luar biasa mulia tugasnya, cuma saja beliau sekarang gak bisa hadir karena sakit,” ujarnya.

Pemberian penghargaan Kerthi Bali Sewaka Nugraha tahun 2026 ini merupakan edisi ketiga yang digelar Pemprov Bali. Gubernur Koster menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar wujud simbolis, melainkan doa tulus dari masyarakat Bali agar para pejabat yang berdedikasi mendapatkan kesuksesan karier di masa depan.

“Jangan dilihat yang segi empat tadi itu, tapi lihatlah itu adalah doa dari Bali. Doa tulus agar Bapak mengikuti para pendahulu yang mendapatkan promosi jabatan setelah berdedikasi untuk alam Bali,” pungkasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini