Foto : Gubernur Bali, Wayan Koster, menggelar ramah tamah dan silaturahmi bersama awak media cetak, elektronik dan online di Gedung Kertasabha, Jayasabha, Denpasar, Minggu (4/1/2026) malam.
Denpasar, KabarBaliSatu
Gubernur Bali Wayan Koster mengawali tahun politik dan pemerintahan 2025 dengan mempererat simpul komunikasi bersama insan pers. Melalui agenda ramah tamah dan silaturahmi dengan media cetak, elektronik, dan online yang digelar di Gedung Kertasabha, Jayasabha, Denpasar, Minggu (4/1/2026) malam, Koster menegaskan posisi strategis media sebagai mitra pembangunan sekaligus penjaga ruang publik demokratis di Bali.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali IB Surja Manuaba, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bali Gede Pramana, serta para pimpinan redaksi dari berbagai platform media. Pertemuan ini menjadi momentum penting setelah lebih dari sepuluh bulan Koster belum sempat bersilaturahmi langsung dengan awak media.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas peran aktif media dalam mengawal, menyosialisasikan, serta menjembatani program dan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali kepada masyarakat, khususnya memasuki periode kedua kepemimpinannya yang resmi dimulai tahun ini.
“Media memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan kepada masyarakat apa yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Berkat dukungan media, berbagai program dapat tersosialisasi dengan baik,” ujar Koster.
Ia menegaskan, seluruh kebijakan dan program pembangunan yang dijalankan sepanjang tahun 2025 merupakan fondasi awal dari Haluan Bali 100 Tahun. Dokumen arah pembangunan jangka panjang tersebut, menurutnya, bukan sekadar visi normatif, melainkan peta jalan peradaban Bali yang akan menjadi pedoman pembangunan lima tahun ke depan dan seterusnya.
Koster menekankan, arah pembangunan Bali ke depan diarahkan untuk mewujudkan Bali yang tumbuh kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global, tanpa tercerabut dari akar budaya dan kearifan lokal. Dalam konteks itu, sejumlah program strategis yang telah berjalan pada periode sebelumnya akan terus diperkuat dan dilanjutkan, mulai dari penggunaan busana adat Bali, pelestarian aksara Bali, hingga keberpihakan terhadap produk lokal Bali.
“Bali memiliki warisan yang sangat berharga untuk diteruskan kepada generasi sekarang dan generasi mendatang. Pembangunan yang kami lakukan bukan hanya membangun secara fisik, tetapi membangun sebuah peradaban,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa implementasi Haluan Bali 100 Tahun akan segera dimulai secara konkret agar dapat menjadi pemahaman dan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat Bali, termasuk pemerintah, dunia usaha, komunitas adat, dan media.
Menutup pertemuan tersebut, Gubernur Koster berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dan insan pers dapat terus terjalin secara sehat, kritis, dan konstruktif. Ia pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi media dalam menjaga kualitas informasi publik serta kontribusinya dalam mengawal pembangunan Bali agar tetap berada di jalur yang berpihak pada kepentingan rakyat dan masa depan Bali. (kbs)

