BerandaDaerahGubernur Koster Dorong Penguatan Keterampilan PMI Bali untuk Bersaing di Pasar Kerja...

Gubernur Koster Dorong Penguatan Keterampilan PMI Bali untuk Bersaing di Pasar Kerja Global

Orang Bali Dicari karena Jujur, Tekun dan Kerjanya Bagus

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan arahan khusus untuk Percepatan Pelaksanaan Program 2025–2030 di Wantilan Pura Samuan Tiga, Gianyar, Kamis (10/7).

Gianyar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali, Wayan Koster, kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas dan kesiapan tenaga kerja Bali agar mampu bersaing di pasar global. Hal ini disampaikan dalam pengarahan khusus bertajuk Percepatan Pelaksanaan Program 2025–2030 yang digelar di Wantilan Pura Samuan Tiga, Gianyar, Kamis (10/7).

Salah satu sorotan utama dalam pengarahan tersebut adalah meningkatnya minat dan kebutuhan terhadap tenaga kerja asal Bali di luar negeri, terutama di Jepang. Menurut Koster, Krama Bali dikenal memiliki etos kerja yang tinggi, sikap jujur, dan hasil kerja yang memuaskan. Karakter inilah yang membuat mereka banyak diminati oleh negara-negara tujuan penempatan.

“Jadi Jepang itu butuh, dan banyak lulusan SMK kita tuh, tempoh hari saya bertemu di pesawat, hampir setengahnya itu anak lulusan SMK berangkat ke Jepang, kan bagus. Ini fasilitasi dengan baik supaya pemerintah itu kelihatan hadir, dengan baik, melayani mereka itu semua, kan bagus. Dimana lagi, di Eropa butuhnya, gitu,” tegasnya.

Koster menekankan bahwa pemerintah harus hadir dan serius dalam memfasilitasi proses penempatan tenaga kerja luar negeri, mulai dari pelatihan, pembekalan keterampilan, hingga pendampingan yang berkelanjutan. Ia juga meminta agar seluruh jajaran pemerintah mengambil peran aktif untuk memastikan Krama Bali diberi bekal yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.

“Rata-rata suka sama orang Bali, karena apa? Orang Bali ini tekun, jujur, kerjanya betul-betul dia baik, gak rewel, gitu. Persiapkan ini dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengungkapkan hasil pengamatannya langsung saat berbincang dengan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali. Selain mendapatkan penghasilan dari pekerjaan utama di sektor kapal pesiar, spa, dan bidang lainnya, mereka juga aktif mengambil pekerjaan tambahan untuk menambah pendapatan, seperti menjadi tukang cukur.

“PMI Krama Bali itu, tanya dia, saya sempat ngobrol sama mereka, selain dia mendapat penghasilan dari tugas utamanya sebagai tenaga di kapal pesiar, spa, dan segala macam, dia bisa dapat tambahan dengan cara lain. Tukang cukur. Dia dapat penghasilan tambahan dari kerja ekstra,” paparnya.

Melihat potensi tersebut, Koster meminta agar pelatihan keterampilan tambahan diberikan kepada para pekerja saat mereka kembali ke Bali dalam masa cuti. Pelatihan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja di luar negeri, agar saat kembali bekerja mereka memiliki nilai tambah dan bisa memperoleh penghasilan yang lebih tinggi.

“Sehingga dia lebih siap bekerja, dapat penghasilan yang lebih tinggi. Begitu, Pak Kadis. Ini ngurus rakyat ini. Seriusin ini. Jangan siap-siap di sini, be mulih buin sap, kerjakan betul, seriusin, ini,” tegas Koster.

Gubernur Koster menempatkan hal ini sebagai bagian dari visi besar membangun Bali yang maju dan berdaya saing global, tanpa meninggalkan jati diri Krama Bali sebagai tenaga kerja yang unggul, beretika, dan profesional. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini