Foto: Gubernur Koster membuka acara Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026 di Hotel Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Selasa (8/9/2026).
Badung, KabarBaliSatu
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa aksi iklim di Bali tidak sekadar menjadi respons terhadap perubahan iklim global, melainkan bagian integral dari pembangunan daerah berbasis kearifan lokal. Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026 melalui paparan bertajuk “Aksi Iklim Bali: Regulasi, Implementasi, dan Peluang Kolaborasi” di Hotel Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Selasa (8/9/2026).
Gubernur Koster menjelaskan, seluruh langkah strategis ini berlandaskan pada filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam beserta isinya demi mewujudkan kesejahteraan Krama Bali secara sekala dan niskala.
“Aksi iklim Bali dibangun melalui keseimbangan antara Manusia Bali, Alam Bali, dan Kebudayaan Bali sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Manusia diarahkan pada pembangunan berkelanjutan, alam dijaga lewat perlindungan ekosistem, sementara kebudayaan menjadi fondasi nilai dan kearifan lokal,” ujar Koster.
Ia menuturkan bahwa berbagai aset ekologis yang dimiliki Bali saat ini bukan sekadar angka, melainkan modal penting yang dapat dikembangkan menjadi aset ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun, ia menekankan agar pengembangan potensi tersebut tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, tata kelola yang baik, serta tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Pemerintah Provinsi Bali secara resmi membuka tiga jalur kolaborasi investasi karbon yang dinilai bankable, yakni pengembangan Blue Carbon (mangrove dan padang lamun), Solar Energy (PLTS skala besar), serta Agricultural Carbon (pertanian organik dan soil carbon). Kendati membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya, Koster menggarisbawahi bahwa seluruh kemitraan harus tetap berada dalam koridor regulasi Pemprov Bali.
“Bali ingin menunjukkan bahwa menjaga alam bukan hambatan bagi pertumbuhan ekonomi. Justru dengan menjaga alam, kita membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Gubernur Koster. (kbs)

