Foto: Ketua DPD Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih (Demer) menggelar aksi bakti sosial yang memadukan kepedulian terhadap lingkungan dengan kegiatan kemanusiaan di Kabupaten Bangli pada Sabtu 6 November 2026.
Bangli, KabarBaliSatu
Di balik keindahan panorama Kintamani, Danau Batur di Kabupaten Bangli menyimpan peran ekologis yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat Bali. Kawasan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pariwisata, tetapi juga bagian penting dari sistem penyangga lingkungan Pulau Dewata.
Kesadaran ekologis itu juga yang menggerakkan DPD Partai Golkar Bali menggelar aksi kepedulian lingkungan di kawasan Danau Batur Bangli serangkaian menyambut HUT ke-62 Partai Golkar pada Sabtu 6 November 2026.
Ketua DPD Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer menegaskan bahwa Bangli memiliki posisi strategis sebagai kawasan hulu dan daerah resapan air bagi Bali. Keberadaan Danau Batur diibaratkan sebagai sebuah tandon air besar yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Pulau Bali, mulai dari Bali Timur, Bali Selatan hingga Bali Utara.
Karena itu, menjaga kelestarian kawasan hulu Bangli bukan hanya menjadi kepentingan masyarakat setempat, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat Bali termasuk elemen partai politik seperti Golkar. “Danau Batur adalah tandonya Bali, wajib kita jaga besama,” tegas Demer yang juga Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali itu.
“Saya percaya bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama. Karena alam yang terjaga tentu akan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Semoga bentuk kepedulian Partai Golkar terhadap pelestarian lingkungan dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sekitar,” ujar Demer yang juga Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.
Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita
Mengusung tema “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”, kegiatan aksi menjaga lingkungan yang diinisiasi Golkar Bali serangkaian HUT ke-62 Partai Golkar dipusatkan di kawasan Dermaga Kedisan, Kintamani, Bangli. Bukan sekadar seremoni peringatan hari jadi partai, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen untuk hadir di tengah masyarakat sekaligus mengambil bagian dalam menjaga kelestarian alam Bali.
Dengan penuh semangat kebersamaan, Demer bersama seluruh peserta turun langsung membersihkan kawasan dermaga dan lingkungan sekitar Danau Batur. Aksi itu dilanjutkan dengan pelepasan benih ikan ke perairan danau, pelepasan burung merpati, serta penanaman bibit bunga dan pohon untuk memperkuat kawasan resapan air di hulu Pulau Dewata.
Menurut wakil rakyat yang sudah lima periode berjuang di DPR RI itu, ketika kawasan hulu mengalami kerusakan, dampaknya tidak berhenti di wilayah tersebut. Ancaman bencana ekologis dapat meluas dan dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah.
Kerusakan hutan dan berkurangnya kawasan resapan air, misalnya, dapat memperbesar risiko banjir ketika musim hujan. Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, kemampuan alam menyimpan air semakin berkurang sehingga ancaman kekeringan dan krisis air bersih menjadi semakin nyata.
Demer mengingatkan bahwa berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak untuk segera berbenah.
Alam, menurutnya, seakan telah berkali-kali memberikan peringatan. Tinggal bagaimana manusia mau mendengar dan memahami pesan tersebut sebelum semuanya terlambat.
“Kita sebenarnya sudah diperingatkan tipis-tipis oleh alam. Harusnya kita segera mengerti. Alam sedang mencolek kita, harusnya kita mulai ngeh dengan lebih peduli untuk menjaga alam,” ungkap politisi senior Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng itu.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan dan kemajuan tidak boleh berjalan dengan mengorbankan kelestarian lingkungan. Sebab, alam yang rusak pada akhirnya akan menghadirkan konsekuensi yang harus ditanggung manusia sendiri.
Menebar Kehidupan, Menggerakkan Ekonomi Masyarakat
Aksi lingkungan yang digelar Golkar Bali di kawasan Danau Batur juga dirancang agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pelepasan burung merpati menjadi simbol kepedulian terhadap kehidupan dan kelestarian habitat. Sementara pelepasan benih ikan di Danau Batur diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan yang menjadi salah satu penopang mata pencaharian masyarakat sekitar.
Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan juga diharapkan menghadirkan dampak ekonomi bagi warga.
Alam yang terjaga bukan hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terus menggantungkan kehidupan secara berkelanjutan.
Inilah semangat yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut: menjaga alam sekaligus menjaga kehidupan masyarakat yang tumbuh dan bergantung kepadanya. (kbs)

