BerandaDaerahEdukasi Hukum Lewat Animasi, Pemkot Denpasar Hadirkan Inovasi 'Ksatria Sadhu' untuk Generasi...

Edukasi Hukum Lewat Animasi, Pemkot Denpasar Hadirkan Inovasi ‘Ksatria Sadhu’ untuk Generasi Muda

Menjangkau Anak-Anak Hingga Masyarakat Luas Melalui Media Digital dan Kunjungan Sekolah

Foto: Pemerintah Kota Denpasar memberikan edukasi hukum kepada siswa sekolah dasar melalui inovasi Karakter Animasi Sosialisasi Informasi Hukum untuk Masyarakat Sadar Hukum (Ksatria Sadhu). 

Denpasar, KabarBaliSatu

Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Hukum kembali menghadirkan inovasi Karakter Animasi Sosialisasi Informasi Hukum untuk Masyarakat Sadar Hukum (Ksatria Sadhu). Inovasi ini menjadi media edukasi hukum berbasis animasi yang ditujukan kepada masyarakat, khususnya anak-anak.

Gagasan Ksatria Sadhu pertama kali lahir pada tahun 2025 dari Kepala Bagian Hukum Kota Denpasar yang kala itu menjabat, Komang Lestari Kusuma Dewi, untuk memperluas jangkauan penyuluhan hukum. Pemikiran tersebut berangkat dari kesadaran bahwa penanaman hukum idealnya dimulai sejak usia dini. Informasi hukum dikemas melalui film animasi dengan alur cerita menarik, sederhana, dan mudah dipahami agar proses pembelajaran menjadi menyenangkan sekaligus efektif.

Seiring perkembangannya, Ksatria Sadhu tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyebarluaskan kebijakan Pemkot Denpasar dan produk hukum daerah. Lewat penyampaian yang ringan dan komunikatif, isu-isu strategis seperti pengelolaan sampah, ketertiban umum, hingga perlindungan anak dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Saat dihubungi terpisah di Denpasar, Rabu (29/7), Kepala Bagian Hukum Kota Denpasar, Ni Wayan Legi Sugiati Saputri, SH.,MH mengatakan bahwa Ksatria Sadhu dihadirkan sebagai upaya membangun karakter generasi muda yang tidak hanya memahami pentingnya menaati peraturan, tetapi juga memiliki nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, keberanian, rasa percaya diri, serta jiwa kepemimpinan sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.

“Dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak, pembelajaran hukum menjadi lebih menyenangkan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, penyampaian berbagai kebijakan pemerintah dan produk hukum daerah melalui media animasi juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap regulasi yang berlaku,” ungkapnya.

Implementasi inovasi ini telah diperkenalkan langsung kepada siswa sekolah dasar melalui kunjungan ke sejumlah sekolah, seperti SDN 5 Pedungan, SDN 5 Ubung, SDN 6 Sumerta, dan SDN 5 Padangsambian. Kehadiran karakter animasi ini pun mendapat sambutan antusias dari para siswa.

Sebagai inovasi berbasis digital, film animasi Ksatria Sadhu dapat diakses publik kapan saja dan di mana saja melalui website JDIH Kota Denpasar serta berbagai kanal media sosial resminya. Hal ini memungkinkan penyebarluasan informasi hukum dan kebijakan daerah menjangkau masyarakat luas secara berkelanjutan.

Inovasi ini menjadi bukti bahwa penyampaian informasi hukum kini lebih adaptif, mengikuti perkembangan teknologi digital, serta tidak lagi terbatas pada metode konvensional. Perpaduan media animasi dan platform digital ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya budaya hukum yang kuat di Kota Denpasar.

Dengan semangat membangun generasi emas yang sadar hukum, Ksatria Sadhu diharapkan terus menjadi media edukasi yang inspiratif sekaligus kanal penyebarluasan informasi bagi masyarakat.

“Sebab, anak-anak yang memahami pentingnya hukum hari ini merupakan fondasi bagi terwujudnya masyarakat yang tertib, berintegritas, dan berbudaya hukum di masa depan,” pungkasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini