Foto: Suasana meriah pada hari terakhir pelaksanaan Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) 6.0 Tahun 2026 di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (12/7/2026) malam.
Denpasar, KabarBaliSatu
Hari terakhir Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) 6.0 Tahun 2026 berlangsung semarak di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (12/7/2026) malam. Ribuan masyarakat memadati area festival untuk menikmati penampilan Skoozy, Ary Kencana, Dialog Dini Hari, hingga Ari Lesmana yang sukses menghidupkan panggung utama berkonsep 360 derajat.
Antusiasme pengunjung pada malam penutupan tak kalah meriah dibanding hari pertama. Suasana semakin hangat dengan hadirnya beragam kuliner khas dari pelaku UMKM lokal yang menjadi bagian dari kemeriahan festival tahunan bagi generasi muda Kota Denpasar tersebut.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, hadir bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Made Oka Cahyadi Wiguna dan Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutamai. Ketiganya tampak berbaur dengan masyarakat sambil menikmati berbagai sajian UMKM serta pertunjukan musik yang menjadi ciri khas D’Youth Fest.
Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan D’Youth Fest 6.0. Menurutnya, festival ini menjadi wadah penting bagi anak muda Denpasar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperlihatkan potensi yang dimiliki.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam D’Youth Fest 6.0. Berbagai kekurangan yang masih ada akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan tahun berikutnya semakin baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, meski festival tahun ini telah berakhir, semangat berkarya generasi muda tidak boleh berhenti. D’Youth Fest diharapkan terus menjadi puncak ekspresi kreativitas anak muda Denpasar yang mampu melahirkan inovasi dan karya positif setiap tahunnya.
“D’Youth Fest memberikan ruang bagi generasi muda untuk menciptakan aksi, memberikan reaksi, dan menghasilkan kreasi dalam mengembangkan potensi diri sehingga mampu melahirkan generasi muda yang unggul,” kata Arya Wibawa.
Menurutnya, Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen menjadikan D’Youth Fest sebagai agenda tahunan yang terus berkembang kualitasnya. Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi sekaligus mendukung visi Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya menuju Denpasar Maju.
“Harapan kami, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak muda untuk terus berkreativitas sekaligus menjadi momentum kebangkitan kreativitas dan ekonomi kreatif. Ke depan, D’Youth Fest akan terus diselenggarakan setiap tahun dengan kualitas yang semakin baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Ryastiti, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif AA Ngurah Mahendra Putra, menjelaskan bahwa malam puncak D’Youth Fest 6.0 menghadirkan perpaduan seni budaya, ekonomi kreatif, serta hiburan musik dari musisi lokal maupun nasional.
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah kolaborasi spektakuler Ogoh-Ogoh Gajah karya ST. Yowana Saka Bhuwana Banjar Taensiat bersama Kedux Garage, Palawara Music Company, dan Manubada Art bertajuk “Tumbuh Kembali di Tengah Reruntuhan Semesta”, yang berhasil memukau ribuan penonton pada malam sebelumnya.
Selain itu, festival juga dimeriahkan oleh penampilan Ari Lesmana, Tika Pagraky, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Ary Kencana, Harmonia, Leeyonk Sinatra, Skoozy, hingga Wet Project. Kehadiran sedikitnya 20 pelaku UMKM kuliner dan lima unit food truck turut memperkuat promosi produk lokal sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Rangkaian D’Youth Fest 6.0 telah berlangsung sejak pertengahan Juni hingga Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan kreatif, di antaranya Operet This Week, Bimbingan Teknis Penyiaran, Heritage Ride, Glory of Youth, Earthsy Day, Bali Fashion Bike, Mural Exhibition, Area Creator, Makin Dekat Film Fest, Community Paradise, Bali Screen Printing Community, hingga malam puncak festival yang melibatkan puluhan komunitas kreatif lintas sektor.
Pada penyelenggaraan tahun ini, D’Youth Fest juga memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan. Bersama Komunitas Eling Ring Pertiwi, panitia menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi selama festival berlangsung sebagai bentuk edukasi budaya sadar lingkungan kepada generasi muda sekaligus mendukung penyelenggaraan festival yang lebih berkelanjutan.
Ryastiti berharap D’Youth Fest terus menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, dan semangat kewirausahaan generasi muda sehingga mampu melahirkan karya yang berdampak positif bagi pembangunan Kota Denpasar.
“D’Youth Fest bukan sekadar festival hiburan, tetapi ruang bersama bagi generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan identitas kreatif Kota Denpasar. Kami berharap semangat yang lahir dari festival ini terus tumbuh menjadi energi positif dalam memperkuat ekonomi kreatif, melestarikan budaya, serta mewujudkan Denpasar sebagai kota kreatif yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing,” tutup Ryastiti. (kbs)

