BerandaNasionalDunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja! Demer Dorong PLN Perkuat Arsitektur Ketahanan Energi...

Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja! Demer Dorong PLN Perkuat Arsitektur Ketahanan Energi Nasional

Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih—akrab disapa Demer dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Rabu (21/1/2026).

Jakarta, KabarBaliSatu

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih—akrab disapa Demer—menegaskan pentingnya PT PLN (Persero) membangun dan memperkuat arsitektur ketahanan energi nasional. Menurutnya, ketahanan energi bukan semata isu teknis kelistrikan, melainkan bagian tak terpisahkan dari ketahanan dan pertahanan nasional Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Demer dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Rabu (21/1/2026), yang mengagendakan evaluasi penanganan bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera, khususnya Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Di tengah situasi global yang penuh gejolak, Demer mengingatkan bahwa dunia “tidak sedang baik-baik saja”. Ia menyinggung berbagai dinamika internasional, mulai dari persoalan di Venezuela dan Iran hingga wacana geopolitik terbaru yang melibatkan Amerika Serikat. Dalam konteks tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, kata Demer, telah menaruh perhatian serius pada isu ketahanan energi dan ketahanan pangan sebagai program prioritas nasional.

“Ketahanan energi menjadi vital dan urgen, seiring dengan ketahanan pangan. Ini adalah fondasi kemandirian bangsa,” tegas Demer yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali itu.

Meski demikian, Demer memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran PLN atas respons cepat dan menyeluruh dalam memulihkan jaringan listrik pascabencana hidrometeorologi di Sumatera. Ia menilai penjelasan Dirut PLN disampaikan secara komprehensif, termasuk melalui tayangan video yang menggambarkan perjuangan petugas di lapangan.

“Video-video itu bukan drama. Itu realitas di lapangan, dan saya melihat langsung betapa berat perjuangan mereka untuk tetap melayani masyarakat di tengah bencana,” ujar wakil rakyat yang sudah enam periode di DPR RI itu.

Beranjak dari evaluasi teknis, Demer kemudian menyoroti pentingnya pendekatan makro. Ia mendorong PLN untuk menyusun desain besar atau arsitektur ketahanan energi yang terintegrasi secara menyeluruh—mulai dari perencanaan jangka pendek hingga jangka panjang. Arsitektur ini, menurutnya, harus berbasis pada sistem yang andal, terintegrasi, dan mampu merespons berbagai potensi gangguan, baik internal maupun eksternal.

Demer juga menekankan urgensi pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT). Indonesia, katanya, memiliki potensi besar untuk mewujudkan energi mandiri melalui sumber daya alam yang melimpah, seperti matahari, air, hingga panas bumi dari gunung berapi.

Tak kalah penting, ia menyoroti peran digitalisasi. Dengan volume data yang sangat besar, PLN dinilai memiliki modal kuat untuk mengoptimalkan big data dan teknologi canggih dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan terarah di masa depan.

“Digitalisasi itu tidak bisa dihindari. Tapi jangan setengah-setengah. Keamanan sistemnya juga harus diperkuat, terutama untuk wilayah-wilayah yang rawan gangguan keamanan,” kata politisi senior Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali itu.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa pembenahan internal PLN melalui arsitektur energi yang terintegrasi, serta kemampuan memprediksi gangguan eksternal, merupakan kunci untuk membangun ketahanan energi nasional. Ketahanan ini, pada akhirnya, akan menjadi penopang utama keamanan nasional Indonesia di tengah ketidakpastian global. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini