BerandaDaerahDorong UMKM Naik Kelas, Tim Dosen Politeknik Negeri Bali Hadirkan Inovasi Kemasan...

Dorong UMKM Naik Kelas, Tim Dosen Politeknik Negeri Bali Hadirkan Inovasi Kemasan dan Pemasaran Digital Keripik di Desa Banyubiru

Foto: Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Politeknik Negeri Bali (PNB) saat menggelar rangkaian program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) keripik di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.

Jembrana, KabarBaliSatu

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Politeknik Negeri Bali (PNB) menggelar rangkaian program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) keripik di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Langkah ini dilakukan guna mendorong pelaku usaha lokal agar mampu bersaing melalui inovasi kemasan produk serta optimalisasi pemasaran digital.

Program pemberdayaan yang didanai oleh PNB ini diawali dari proses penjajakan pada Februari 2026. Desa Banyubiru mencatatkan potensi UMKM yang terbilang melimpah, khususnya pada olahan keripik singkong, pisang, dan ubi talas. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih menghadapi berbagai keterbatasan operasional maupun pemasaran.

Salah satu sasaran program pengabdian ini adalah UMKM Keripik Bintang yang diketuai oleh Ibu Rumiah. Meskipun produk keripik rasa balado dan original besutannya sangat diminati warga sekitar dengan pesanan saban hari, proses produksinya masih menggunakan tungku kayu bakar, kemasan yang terbilang sederhana, serta pola penjualan konvensional dari warung ke warung.

“Proses produksi dan pengemasan keripik kami sebelumnya masih sangat sederhana, peralatan masih tradisional pakai kayu bakar, dan penjualan hanya terbatas di warung-warung terdekat,” ungkap Ketua UMKM Keripik Bintang, Ibu Rumiah, saat menyampaikan kendala usahanya kepada tim PKM.

Menanggapi kendala tersebut, tim pengabdian yang diketuai oleh I Wayan Eka Santika, S.Pd., M.Pd. merancang program edukasi terpadu yang berfokus pada dua aspek utama: inovasi packaging (pengemasan) serta pelatihan digital marketing.

Kegiatan pertama diawali dengan pelatihan pengemasan pada 13 Juni 2026 di Balai Banjar Desa Banyubiru. Sebanyak 23 peserta yang terdiri dari ibu-ibu anggota UMKM keripik mendapatkan panduan pembuatan desain logo sebagai branding produk, hingga teknik pengemasan berbagai ukuran memanfaatkan plastik khusus dan Plastik Nylon Standing Pouch.

Guna menunjang keberlanjutan produksi, tim PNB turut menyerahkan bantuan sarana penunjang produksi kepada UMKM Keripik Bintang, meliputi mesin sealer kemasan, timbangan digital, mesin blower pembakaran tungku, kotak boks penyimpanan, apron pelindung memasak, serta pasokan kemasan siap pakai berbagai ukuran.

Tak berhenti pada aspek produksi, rangkaian pengabdian dilanjutkan dengan pelatihan digital marketing pada 18 Juli 2026 di lokasi yang sama. Pelatihan ini menghadirkan akademisi sekaligus pakar pemasaran digital Jurusan Pariwisata PNB, Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja, S.T., M.T. Para peserta diajarkan strategi berjualan melalui platform marketplace, TikTok, dan Shopee, serta praktik langsung pembuatan akun bisnis.

“Penggunaan media sosial dan marketplace seperti TikTok dan Shopee sangat penting bagi UMKM untuk menembus pasar yang lebih luas. Kami mendampingi para ibu-ibu ini secara praktis dari pembuatan akun hingga teknik pemasarannya,” jelas Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja di sela-sela pelatihan.

Ibu-ibu anggota UMKM tampak antusias mengikuti seluruh tahapan. Sembari memegang smartphone masing-masing, mereka aktif berdiskusi serta mengajukan pertanyaan seputar tata cara pengelolaan akun media sosial untuk keperluan bisnis.

Program PKM ini turut diperkuat oleh jajaran dosen PNB lainnya, yakni I Made Rony Mulia Kusuma Putra, S.Tr.Par., M.Tr.Par., Ni Made Ayu Maya Puspita, S.E., M.Si.,I Komang Mahayana Putra, SE.MM. serta mahasiswa Jurusan Pariwisata PNB seperti Ni Komang Melia Sasmita Dewi, Ni Luh Ari Lionita, Martareda Yuniastini Taopan, dan I Made Mahesa Putra.

Di akhir kegiatan, Ketua Tim PKM PNB menyampaikan harapannya agar intervensi teknologi dan ilmu pengetahuan ini dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian warga.

“Harapan kami melalui pendampingan inovasi kemasan dan pemasaran digital ini, UMKM Keripik Bintang tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas tampilan produknya, tetapi juga dapat memperluas jaringan penjualan hingga luar daerah,” pungkas I Wayan Eka Santika. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini