BerandaDaerahDorong Regenerasi Perajin Tenun, Putri Koster Ajak Masyarakat Cintai Kain Endek Bali

Dorong Regenerasi Perajin Tenun, Putri Koster Ajak Masyarakat Cintai Kain Endek Bali

Inovasi Olahraga Modern dan Kain Tradisional Diharapkan Dorong Perekonomian UMKM serta Regenerasi Perajin Lokal

Foto: Putri Koster saat menghadiri acara “Endek Energetic: Heritage in Motion” yang digelar di Kabupaten Buleleng, Sabtu (19/9/2026).

Buleleng, KabarBaliSatu

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali terus memperluas ruang promosi dan pengenalan kain tenun tradisional endek Bali melalui pendekatan gaya hidup modern. Salah satu langkah kreatif yang ditempuh adalah memadukan budaya lokal dengan olahraga zumba melalui ajang bertajuk “Endek Energetic: Heritage in Motion” yang digelar di Kabupaten Buleleng, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta bernuansa endek ini turut menghadirkan instruktur zumba (Zin) internasional, yakni Damla Amanat dari Jerman dan Rodrigo Rocco dari Chili, serta puluhan Zin asal Bali.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya seperti endek tidak lagi cukup dilakukan melalui ajang formal maupun tradisional semata. Menurutnya, kain tradisional harus masuk ke dalam berbagai ruang kehidupan masyarakat modern agar tetap relevan dan memiliki daya tahan.

“Menjaga kelestarian warisan leluhur merupakan kewajiban kita bersama tanpa terkecuali. Semakin banyak yang mengetahui keberadaan endek, mengenal, menggunakan, dan mencintai produk lokal kita, maka semakin kuat pula upaya kita menjaga dan melestarikannya,” kata Putri Koster.

Ia menambahkan, promosi kain endek tidak boleh dibatasi agar berpeluang menembus pasar internasional. Melalui medium populer seperti zumba, endek dinilai lebih mudah diterima secara aktif, santai, dan inklusif oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak.

Oleh karena itu, Putri Koster mengusulkan agar kegiatan memadukan endek dan zumba ini dapat dijadikan agenda rutin setahun dua kali. Selain memicu gaya hidup sehat dan ruang kreativitas, keberlanjutan pemanfaatan endek diyakini berdampak langsung pada roda perekonomian daerah.

“Tidak hanya warisan leluhur yang kita jaga dan lestarikan, tetapi perputaran perekonomian dan regenerasi perajin kain tenun juga semakin banyak yang lahir,” tutur Putri.

Secara khusus, Putri Koster juga mendorong lahirnya Zin Zumba lokal asal Bali yang memiliki sertifikasi internasional. Harapannya, instruktur asal Bali kelak tidak hanya mengundang Zin luar negeri, tetapi juga mampu tampil dan diundang memimpin zumba di mancanegara.

Dukungan penuh terhadap langkah inovatif ini juga mengalir dari Pemerintah Kabupaten Buleleng. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni—yang membacakan sambutan Bupati Buleleng—menilai perpaduan budaya dan olahraga sebagai langkah strategis yang inovatif untuk memperluas jangkauan promosi UMKM.

Pemkab Buleleng berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan serupa guna memberikan dampak positif bagi keberlangsungan perajin tenun serta penguatan UMKM di Buleleng dan Bali pada umumnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Zin Laksmi, menyampaikan bahwa ajang ini menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa kain tradisional Bali dapat tampil dinamis dan fleksibel. Pemanfaatan endek dalam olahraga modern diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus bangga menggunakan kain warisan budaya dalam kehidupan sehari-hari. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini