BerandaDaerahDorong Edukasi Kebersihan Sungai, Wali Kota Jaya Negara Buka Lomba Mancing Lele...

Dorong Edukasi Kebersihan Sungai, Wali Kota Jaya Negara Buka Lomba Mancing Lele di Tukad Bindu

Kegiatan Banjar Saraswati Kesiman Padukan Hiburan, Pelestarian Subak, dan Persiapan Karya Keagamaan

Foto: Wali Kota Jaya Negara saat membuka lomba mancing lele air deras yang diselenggarakan Banjar Saraswati, Kesiman Denpasar, di aliran Tukad (sungai) Bindu Kesiman, Minggu Pagi (9/8).

Denpasar, KabarBaliSatu

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, secara resmi membuka lomba mancing lele air deras yang diselenggarakan Banjar Saraswati, Kesiman, Denpasar, Minggu pagi (9/8). Pembukaan kegiatan ini ditandai dengan penebaran ikan lele secara langsung di aliran Tukad (sungai) Bindu Kesiman.

Sejak subuh, para peserta tampak memadati kawasan aliran Tukad Bindu Kesiman. Para pemancing tidak hanya datang dari wilayah Kota Denpasar, tetapi juga dari luar Denpasar dengan membawa perlengkapan serta umpan memancing masing-masing.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Provinsi Bali AA Gede Agung Suyoga, serta Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengapresiasi lomba mancing yang diselenggarakan Banjar Saraswati Kesiman tersebut. Disamping memberi tempat bagi penghobi mancing serta memberi ruang rekreasi, lomba ini diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan aliran Tukad Bindu.

“Tentu kami sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini, semoga selain menjadi wahana rekreasi dan hiburan, ini juga menjadi edukasi untuk terus menjaga kelestarian lingkungan atau subak,” ujarnya.

Sementara itu, Kelian Adat Banjar Saraswati, Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada, menjelaskan bahwa kegiatan lomba mancing bersama ini diselenggarakan dalam rangka penggalian dana untuk menyukseskan Karya Melaspas dan Mendem Pedagingan Banjar Saraswati yang dijadwalkan pada bulan Desember mendatang.

Acara ini diselenggarakan juga sebagai bentuk inovasi kegiatan kemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada penggalian dana, tetapi juga sebagai wadah penyaluran hobi dan peningkat keakraban antarwarga serta pecinta mancing.

Untuk mendukung jalannya lomba, pihak panitia telah menyiapkan sebanyak 500 kilogram lebih ikan lele, ditambah 6 ekor “ikan master” dengan berat masing-masing di atas 3 kilogram.

“Untuk lomba kali ini, kami menyebar sekitar 2.100 kupon dengan harga Rp60.000 per kupon. Peserta yang hadir diperkirakan mencapai 1.000 orang pemancing. Tiket tersebut sudah mencakup akses masuk serta kupon undian doorprize,” ujar Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada.

Adapun lomba ini memperebutkan total hadiah uang tunai untuk 6 kategori pemenang berdasarkan bobot ikan master terberat, yaitu: Juara 1: Rp2.500.000, Juara 2: Rp1.500.000, Juara 3: Rp1.000.000, Juara 4: Rp750.000, Juara 5: Rp500.000, Juara 6: Rp250.000.

Selain hadiah utama, panitia juga menyediakan sekitar 50 ekor ikan berpita khusus yang berhadiah doorprize menarik, baik berupa uang tunai maupun barang, yang dapat dimenangkan berdasarkan warna pita pada ikan yang berhasil dipancing.

Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada berharap kegiatan ini dapat mengakomodasi minat dan hobi masyarakat luas, sekaligus menjadi alternatif penggalian dana kreatif di tingkat lokal.

“Harapan kami ke depan, upaya penggalian dana untuk kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan bisa terus berkembang secara kreatif, tidak hanya bergantung pada cara-cara konvensional seperti kupon makanan saja,” pungkasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini