Foto: Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta.
Denpasar, KabarBaliSatu
Partai Demokrat Bali menargetkan diri masuk tiga besar kekuatan politik di parlemen Bali. Untuk mewujudkan target tersebut, Demokrat Bali mulai memperkuat regenerasi dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk bergabung dan menjadi kader partai.
Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta, mengatakan generasi milenial dan Gen Z menjadi salah satu kekuatan yang akan dimaksimalkan Demokrat Bali dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Hal tersebut disampaikan Mudarta dalam kegiatan kebersamaan memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat di Kantor DPD Partai Demokrat Bali, Minggu (23/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Demokrat Bali juga melaksanakan penanaman pohon sebagai bagian dari Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.
Mudarta mengatakan, Demokrat Bali mulai melirik anak-anak muda potensial dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan pelajar. Menurutnya, generasi muda tidak hanya dibutuhkan sebagai kader, tetapi juga dipersiapkan menjadi calon pemimpin dan wakil rakyat di masa mendatang.
“Kami sudah mulai melirik anak-anak muda yang hebat dan pintar, generasi milenial, generasi Z, anak-anak kampus, anak-anak SMA,” kata Mudarta.
Ia mencontohkan kegiatan lomba pidato AHY Muda yang sebelumnya digelar Demokrat. Dari kegiatan tersebut, partai dapat melihat kemampuan komunikasi, kecerdasan, serta potensi peserta dalam memengaruhi dan menyampaikan gagasan kepada publik.
Menurut Mudarta, kemampuan tersebut menjadi salah satu indikator dalam menjaring calon-calon anggota legislatif, baik untuk DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi maupun DPR RI.
“Dari kecerdasan itu kita bisa mengukur, oh ini hebat orangnya, bisa memengaruhi publik. Nah, itu salah satu menjadi calon kandidat calon anggota DPR, baik DPR Kabupaten, DPR Provinsi maupun DPR RI,” ujarnya.
Ke depan, Demokrat Bali juga menyiapkan berbagai kegiatan untuk menjaring sekaligus mengasah potensi anak muda. Di antaranya lomba penulisan naskah jurnalistik, fotografi, hingga kompetisi gagasan mengenai ekonomi dan masa depan Indonesia.
Mudarta menilai, anak muda Bali perlu mulai disiapkan menghadapi berbagai peluang strategis yang akan datang, termasuk apabila Bali semakin berkembang sebagai pusat kegiatan keuangan internasional.
“Bagaimana menuju Indonesia Emas? Bagaimana pandangannya tentang Bali ditetapkan sebagai pusat keuangan dunia? Ini mesti kita respons. SDM Bali harus siap,” tegasnya.
Ia menyebut Bali memiliki posisi strategis sebagai salah satu destinasi terbaik dunia. Karena itu, menurutnya, besarnya potensi ekonomi Bali harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia agar manfaat ekonomi tersebut dapat dirasakan masyarakat lokal.
“Kalau tidak disiapkan SDM ini, duit yang ada untuk apa di sini? Nah, kita harus persiapkan itu,” katanya.
Selain merekrut kader muda, Demokrat Bali juga mulai membekali kader dengan kemampuan menghadapi perubahan ekonomi, termasuk bagaimana berbisnis dengan investor asing serta memahami pentingnya kemudahan perizinan.
Mudarta menilai penguatan sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan menjadi bagian penting dalam mendorong Bali semakin mandiri dan kompetitif.
“Bagaimana berbisnis dengan investor asing, bagaimana dari sisi perizinan kita mesti harus permudah ke depan,” ujarnya.
Gerakan Langit Biru Indonesia Asri
Selain agenda politik dan regenerasi kader, peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Bali juga diisi dengan aksi lingkungan. Penanaman pohon di Kantor DPD Demokrat Bali menjadi bagian dari Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.
Gerakan tersebut sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah wilayah Bali, yakni Desa Adat Denpasar, Abianbase Badung, Danau Batur Bangli, Danau Beratan Tabanan, Danau Tamblingan Buleleng, Pantai Lembeng Gianyar, serta Pantai dan Pura Rambut Siwi Jembrana.
Rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aksi pelestarian lingkungan, mulai dari bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon, penebaran benih ikan, pelepasan burung hingga pelepasan tukik.
Melalui kegiatan tersebut, Demokrat Bali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperkuat organisasi dan regenerasi politik, tetapi juga ikut menjaga kebersihan serta kelestarian alam Bali.
Di sisi lain, Mudarta menegaskan penguatan kader muda akan terus dilakukan sebagai bagian dari strategi Demokrat Bali membangun kekuatan politik jangka panjang.
Ia berharap anak-anak muda yang direkrut nantinya memiliki gagasan, kemampuan, serta kesiapan menghadapi tantangan Bali di masa depan.
“Anak-anak muda ini kita rekrut. Cara berpikirnya seperti apa, apa yang harus kita persiapkan ketika Bali ditetapkan sebagai pusat keuangan dunia,” pungkasnya.
Mudarta juga menyampaikan gagasannya agar penguatan otonomi Bali ke depan lebih diarahkan pada tingkat provinsi.
“Pikiran saya, Bali itu harus menjadi otonomi di provinsi. Jangan otonomi di kabupaten,” ujarnya. (kbs)

