BerandaDaerahDemer Gaungkan Gerakan Cegah Stunting Sejak Dalam Kandungan, Siapkan Generasi Emas Indonesia...

Demer Gaungkan Gerakan Cegah Stunting Sejak Dalam Kandungan, Siapkan Generasi Emas Indonesia dari Bali

Peran Ibu Jadi Kunci Utama, MBG Program Strategis Cegah Stunting

Foto: Suasana sosialisasi dan edukasi “Mewujudkan Kehamilan Sehat Dalam Menyiapkan Generasi Emas Bebas Stunting” yang digelar di Wantilan Sekretariat DPD Partai Golkar Provinsi Bali pada Jumat (28/2/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, menaruh perhatian serius pada penyiapan generasi emas yang bebas stunting sejak dalam kandungan.

Komitmen itu diwujudkan Demer yang juga Ketua DPD Partai Golkar Bali itu melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi bertajuk “Mewujudkan Kehamilan Sehat Dalam Menyiapkan Generasi Emas Bebas Stunting” yang digelar di Wantilan Sekretariat DPD Partai Golkar Provinsi Bali pada Jumat (28/2/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Acara ini disambut antusias oleh peserta yang mayoritas ibu hamil, ibu menyusui, calon ibu, serta generasi muda. Mereka menyimak materi yang dinilai sangat relevan bagi masa depan keluarga dan bangsa.

Fondasi Bangsa Dimulai dari Kandungan

Dalam pemaparannya, Demer menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia harus dipersiapkan sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan.

“Mulainya dari masih dalam kandungan. Karena itu saya menginisiasi pembinaan untuk ibu hamil dan ibu menyusui demi masa depan anak bangsa,” tegas wakil rakyat yang sudah lima periode sebagai Anggota DPR RI Dapil Bali dan totalitas memperjuangkan kepentingan Bali.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya alam. Namun tanpa SDM yang kuat dan cerdas, kekayaan tersebut tidak akan mampu dikelola secara optimal.

“Kalau kita tidak punya sumber daya manusia yang kuat dan cerdas, kita bisa menjadi bangsa yang terjajah. Indonesia ini sangat menarik, sangat kaya. Maka SDM harus kita siapkan,” ujar politisi senior Golkar asal Desa Tajun, Kabupaten Buleleng itu.

Sebagai langkah konkret, Demer berkomitmen berkeliling ke berbagai daerah di Bali untuk mengedukasi ibu hamil dan menyusui, menggandeng dokter spesialis kandungan dan bidan. Edukasi mencakup pentingnya gizi seimbang, pola hidup sehat, kesiapan mental ibu, hingga mendorong persalinan yang sehat dan aman.

Ia optimistis, pemahaman yang baik tentang nutrisi dan perilaku sehat akan berdampak langsung pada penurunan angka stunting.

Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Demer juga mengapresiasi dan mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis memperbaiki kualitas gizi anak Indonesia.

Menurutnya, program tersebut merupakan pemikiran cerdas untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang memadai demi perkembangan fisik dan kecerdasan otak.

Namun ia mengingatkan agar dampak ekonomi program tersebut juga dirasakan daerah.

“Kalau bisa dapur-dapurnya juga dimiliki oleh orang lokal. Sehingga dampaknya bukan hanya pada anak-anak, tapi juga pada perekonomian daerah. Ini penting untuk pemerataan ekonomi,” katanya.

Peran Ibu Jadi Kunci Utama

Apresiasi terhadap kegiatan ini disampaikan dokter spesialis kandungan dan konsultan fetomaternal Dr. dr. I Nyoman Hariyasa Sanjaya, SpOG, Subsp. KFM., MARS., FICS. Ia menilai edukasi kepada ibu hamil dan menyusui adalah fondasi utama pembangunan kualitas SDM.

“Stunting adalah akibat dari proses tumbuh kembang yang terganggu, dan faktor utamanya adalah gaya hidup serta nutrisi. Pengetahuan ibu tentang kebutuhan gizi selama hamil sangat menentukan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kebutuhan nutrisi ibu hamil berbeda dengan perempuan yang tidak hamil. Karena itu, edukasi harus didukung dengan ketersediaan sumber pangan bergizi serta dukungan keluarga dan lingkungan.

Menurutnya, pemerintah sejatinya telah memiliki berbagai instrumen seperti program Posyandu, pemberian tablet tambah darah, makanan tambahan, hingga buku kesehatan ibu dan anak sebagai panduan kehamilan sehat. Tinggal bagaimana edukasi tersebut benar-benar dipahami dan diterapkan.

Hal senada disampaikan Bidan Ni Wayan Dewi Purwanti, S.Tr.Keb. Ia menekankan pencegahan stunting dimulai bahkan sebelum kehamilan direncanakan.

“Seorang ibu harus menyiapkan dirinya sejak sebelum hamil, mengatur nutrisi, menjaga kesehatan, lalu saat bayi lahir diberikan ASI eksklusif enam bulan dan dilanjutkan hingga dua tahun,” ujarnya.

Ia menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi salah satu solusi strategis, terutama bagi anak usia sekolah, agar dampak kekurangan gizi tidak berlanjut lebih panjang.

Gerakan Berkelanjutan

Melalui kegiatan ini, Demer berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin kuat bahwa pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama—keluarga, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan seluruh elemen bangsa.

“Harapan saya, Bali dan Indonesia memiliki generasi yang benar-benar siap bersaing, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi di kancah dunia,” pungkas Demer.

Langkah kecil berupa edukasi hari ini, diyakini menjadi pondasi besar bagi lahirnya generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini