Foto: Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026 di Wantilan Sabha Prakerti, Rabu (3/3/2026).
Karangasem, KabarBaliSatu
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa dan Sekda I Ketut Sedana Merta secara resmi membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026 di Wantilan Sabha Prakerti, Rabu (3/3/2026).
Sebagai Ketua TPID Karangasem, Parwata menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
“Kita tidak boleh lengah. Pemerintah harus rutin memantau harga, memastikan stok pangan aman, dan langsung turun tangan menstabilkan pasar agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga kebutuhan pokok,” tegasnya.
Empat Strategi Pengendalian Inflasi
Dalam forum tersebut, Bupati memaparkan empat strategi utama pengendalian inflasi daerah, yakni:
- Mengendalikan harga,
- Menjaga ketersediaan pasokan,
- Melancarkan distribusi,
- Memperkuat komunikasi publik.
Keempat strategi itu menjadi fondasi kerja TPID sepanjang 2026. Selain itu, Pemkab Karangasem juga menyusun roadmap pengendalian inflasi 2025–2027, mendorong digitalisasi program unggulan, melakukan monitoring rutin menjelang Hari Besar Keagamaan, serta meningkatkan kapasitas SDM melalui kerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Bali.
Langkah Cepat Cegah Lonjakan Harga
Pemkab Karangasem juga menyiapkan langkah cepat guna mencegah lonjakan harga sembako di pasaran. Bupati memimpin langsung tim khusus yang bertugas mengawal kestabilan harga dan stok bahan pangan.
Empat jurus konkret disiapkan:
- Pantau Pasar Secara Rutin
Tim turun langsung mengecek pergerakan harga dan ketersediaan stok dari hulu hingga hilir. - Intervensi Harga
Operasi pasar murah segera digelar jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar. - Kawal Jalur Distribusi
Distribusi bahan pokok diawasi agar tidak terjadi hambatan yang memicu kelangkaan atau spekulasi harga. - Fokus Jelang Hari Raya
Pencegahan khusus disiapkan untuk menahan potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.
Dampak Langsung bagi Masyarakat
Kebijakan ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi warga Karangasem. Ibu rumah tangga dapat berbelanja lebih tenang karena harga tetap terkendali. Ketersediaan beras, bumbu, dan kebutuhan pokok lainnya terjamin, sehingga masyarakat tak perlu panik membeli dalam jumlah besar. Lebih jauh, stabilitas harga membantu melindungi ekonomi keluarga dari lonjakan pengeluaran mendadak.
Pemkab Karangasem juga memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan aparat keamanan dan Bank Indonesia, untuk memastikan stabilitas pangan tetap terjaga.
Bagi Parwata, pengendalian inflasi adalah tentang menjaga “urusan dapur” masyarakat tetap aman. Dengan pengawasan rutin dan respons cepat di lapangan, Pemkab Karangasem menargetkan stabilitas harga tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi daerah terus bergerak positif sepanjang 2026. (kbs)

