BerandaDaerahBlackout Listrik di Bali Ancaman Serius! Anggota DPR RI Nengah Senantara Desak...

Blackout Listrik di Bali Ancaman Serius! Anggota DPR RI Nengah Senantara Desak Pemerintah Pusat dan Daerah Prioritaskan Kemandirian Energi di Bali

Foto: Anggota Komisi VI DPR RI, yang juga Ketua DPW Partai NasDem Bali, Ir. I Nengah Senantara.

Denpasar, KabarBaliSatu

Pemadaman listrik total atau blackout yang melanda Bali beberapa waktu lalu mengundang perhatian serius dari Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. I Nengah Senantara. Legislator asal Bali yang juga Ketua DPW Partai NasDem Bali itu menyuarakan kekhawatirannya atas rentannya sistem ketenagalistrikan di Pulau Dewata, terlebih dengan status Bali sebagai destinasi wisata utama Indonesia yang menjadi penyumbang devisa pariwisata nasional terbesar.

Dalam pernyataannya, Nengah Senantara menyoroti posisi Bali yang unik dan strategis, baik secara budaya maupun ekonomi nasional. Ia menyebut, Bali bukan hanya sekadar pulau kecil, melainkan simbol harmoni, keberagaman, dan pusat budaya yang tak dimiliki oleh daerah lain di Indonesia.

“Bali adalah pulau kecil bagian dari Indonesia. Karena uniknya, sering wisatawan bertanya: Indonesia bagian mana Bali? Bali adalah pulau yang dilandasi oleh adat, tradisi, dan budaya, sehingga Bali menjadi magnet tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain,” ujar pengusaha sukses yang dikenal suka berbagi lewat tagline Senantara Berbagi, Senantara Peduli ini.

Ia mencontohkan keberadaan Puja Mandala di Nusa Dua, kawasan yang menjadi simbol nyata toleransi antaragama karena memuat lima rumah ibadah agama besar—Hindu, Islam, Kristen, Buddha, dan Konghucu, dalam satu lokasi.

Senantara juga menekankan bahwa Bali bukan hanya penting secara simbolik, melainkan juga sangat vital secara ekonomi. Pulau ini, menurutnya, menyumbang hampir Rp100 triliun dalam devisa pariwisata nasional setiap tahunnya.

“Menyikapi blackout listrik di Bali, saya memohon dengan penuh rasa hormat kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan atensi khusus kepada Bali. Saya sebagai wakil Bali di DPR RI mohon perhatian beliau agar Bali tidak hanya menjadi destinasi wisata, tapi juga dikondisikan sebagai kawasan strategis nasional di bidang energi, khususnya listrik,” kata Senantara.

Senantara meminta pemerintah pusat mendukung pembangunan pembangkit listrik mandiri di Bali agar daerah ini tidak terus-menerus bergantung pada suplai listrik dari Jawa. Ia menyebut ketergantungan tersebut sangat riskan, mengingat kebutuhan energi Bali terus meningkat seiring geliat pariwisata dan pembangunan.

Tidak hanya pemerintah pusat, ia juga mendesak para pemimpin daerah, Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk bergerak cepat dan melakukan lompatan strategis dalam mewujudkan kemandirian energi di Bali.

“Khusus untuk pemimpin Bali, Gubernur, Bupati dan Wali Kota, saya berharap segera berpikir dan berbuat melakukan lompatan strategis tentang kemandirian energi di Bali sehingga Bali tidak ketergantungan dari luar Bali,” ujarnya.

Ia merinci sejumlah pekerjaan rumah (PR) mendesak yang harus segera ditangani di Bali, antara lain:

  1. Krisis listrik, yang ditandai dengan *blackout* dan pemadaman bergilir.
  2. Ketersediaan air bersih, yang semakin tertekan akibat pertumbuhan penduduk dan pariwisata.
  3. Pengelolaan sampah, yang dinilai masih belum tertangani dengan optimal.
  4. Infrastruktur jalan pariwisata, yang menurutnya banyak rusak, sempit, dan menyebabkan kemacetan.

Menurutnya, Bali harus segera bangkit dan menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar ini agar tetap dapat mempertahankan daya tariknya sebagai destinasi unggulan.

“Bali harus segera bangkit dari masalah tersebut di atas, sehingga Bali yang dikenal sebagai pulau kecil, cantik, ramah tamah dan penuh muatan tradisi, adat, dan budaya tetap menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan asing,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Berita Terkini