Foto: Pembukaan program Magang Kreatif Bersertifikat Internasional, Selasa (1/9/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Institut Seni Indonesia (ISI) Bali kembali memperkuat jejaring pendidikan seni di tingkat internasional. Setelah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Hasami Tohjiki Industrial Association dan BESTie Co., Ltd. dari Jepang, ISI Bali resmi memulai program Magang Kreatif Bersertifikat Internasional bagi mahasiswa, Selasa (1/9/2026).
Program tersebut dibuka di Kampus ISI Bali, Denpasar, dan dihadiri Rektor ISI Bali Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, jajaran dosen, mahasiswa peserta magang, Chairman Hasami Tohjiki Industrial Association Kazuhiko Ota, CEO BESTie Co., Ltd. Matsumoto Yuki, serta rombongan dari Jepang.
Wakil Dekan I Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Bali I Made Pande Artadi mengatakan, program ini diikuti 25 mahasiswa jurusan keramik yang telah lolos seleksi. Dari jumlah tersebut, sebanyak delapan mahasiswa akan kembali menjalani seleksi untuk mendapat kesempatan mengikuti program magang langsung di Jepang selama tiga bulan.
Sementara mahasiswa lainnya tetap mengikuti pembelajaran di Bali dengan pendampingan ahli keramik dari Jepang melalui sistem pembelajaran daring dan luring. Selama program berlangsung, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi terkait teknik dan desain keramik, tetapi juga dibekali pengetahuan bahasa, budaya, sejarah, desain produk, hingga seni klasik keramik Jepang.
Menariknya, 25 mahasiswa yang mengikuti program tersebut nantinya berpeluang mendapatkan tawaran bekerja di Jepang setelah memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Rektor ISI Bali Prof. “Kun” Adnyana mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang dibangun setelah kunjungannya bersama Dekan FSRD ISI Bali Drs. I Nengah Sudika Negara, M.Erg. ke Kota Hasami, Prefektur Nagasaki, Jepang, pada 23 Juni 2026.
Dalam kunjungan tersebut, ISI Bali menandatangani MoU dengan Hasami Tohjiki Industrial Association dan BESTie Co., Ltd. Kerja sama itu menjadi langkah strategis untuk mendorong pengembangan pendidikan seni keramik ISI Bali agar semakin terhubung dengan industri dan ekosistem kreatif bertaraf internasional.
Kolaborasi tersebut juga merupakan kelanjutan dari kunjungan Wali Kota Hasami Yoshinori Maekawa bersama Chairman Hasami Tohjiki Industrial Association Kazuhiko Ota ke Kampus ISI Bali pada 18 Februari 2026.
Kota Hasami sendiri dikenal sebagai salah satu sentra industri keramik terkemuka di Jepang dengan tradisi produksi keramik yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Menurut “Kun” Adnyana, kesempatan berkolaborasi langsung dengan industri keramik Hasami menjadi bukti adanya kepercayaan sekaligus apresiasi internasional terhadap kualitas pendidikan seni dan desain yang dikembangkan ISI Bali.
“Sinergi dan kolaborasi bersama industri keramik Kota Hasami secara langsung menunjukkan dampak global dari mutu penyelenggaraan pendidikan seni dan desain ISI Bali. Para mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti Magang Kreatif Bersertifikat di Jepang merupakan peluang penyemaian bakat cipta dan kecakapan akademik bereputasi global,” jelas Guru Besar Sejarah Seni Rupa tersebut.
Chairman Hasami Tohjiki Industrial Association Kazuhiko Ota berharap para mahasiswa ISI Bali dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius. Selain mengasah kemampuan keramik, mahasiswa diminta tekun mempelajari bahasa dan budaya Jepang agar mampu beradaptasi dengan lingkungan akademik maupun industri di Negeri Sakura.
Pesan serupa disampaikan Dewan Pertimbangan ISI Bali A.A.Gde Rai. Ia mendorong mahasiswa peserta program untuk sungguh-sungguh mempelajari berbagai aspek kehidupan dan kebudayaan Jepang, khususnya perkembangan keramik yang memiliki reputasi tinggi di dunia.
“Belajar di Jepang sangat menarik dan ada kemiripan dengan budaya Bali,” tegas pemilik Agung Rai Museum of Art (ARMA) Ubud tersebut.
Pembukaan program magang juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni yang menampilkan Tari Bebarisan Sudamala Deeng Nusantara, Tari Teruna Jaya, keroncong Nusantara, serta pembacaan puisi berjudul “Nagasaki” karya sastrawan Warih Wisatsana.
Penampilan para seniman ISI Bali tersebut mendapat perhatian dari rombongan Jepang yang hadir. Mereka tampak menikmati pertunjukan sekaligus mengabadikan momen pertunjukan seni yang menjadi bagian dari pembukaan program Magang Kreatif Bersertifikat Internasional.
Program ini diharapkan tidak hanya memperluas pengalaman mahasiswa, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya talenta keramik Bali yang mampu bersaing di industri kreatif global. (kbs)

