BerandaDaerahBali AI Society Resmi Berdiri, Dorong Bali Jadi Pusat Inovasi Kecerdasan Buatan

Bali AI Society Resmi Berdiri, Dorong Bali Jadi Pusat Inovasi Kecerdasan Buatan

Lahirkan Gerakan AI Beretika untuk UMKM, Kreatif, dan Kebijakan Publik

Foto: Deklarasi Gerakan intelektual berbasis teknologi kecerdasan buatan bertajuk BaliArti – Bali AI Society di Istana Taman Jepun, Denpasar, Sabtu, 21 Maret 2026.

Denpasar, KabarBaliSatu

Gerakan intelektual berbasis teknologi kecerdasan buatan bertajuk BaliArti – Bali AI Society resmi dideklarasikan pada Sabtu, 21 Maret 2026. Deklarasi yang digelar di Istana Taman Jepun, Denpasar, ini menandai langkah awal pembentukan ekosistem Artificial Intelligence (AI) di Bali yang berakar kuat pada budaya dan kearifan lokal.

BaliArti dipimpin oleh Ida Bagus Indra Manuaba sebagai ketua. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya posisi strategis Bali di tengah arus transformasi digital global yang kian cepat.

“Bali tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi. Kita harus tampil sebagai pusat gagasan, inovasi, dan pengembangan AI yang selaras dengan budaya serta nilai-nilai lokal,” tegasnya.

Dukungan Lintas Sektor

Deklarasi BaliArti dihadiri sejumlah tokoh dan profesional dari berbagai latar belakang, di antaranya Agung Bawantara, Gatot Wirasantosa, Wayan Suardika, Agung Raka Suteja, Dian Varindra, Yan Palapa, Zainul Icsan, Agus Yudha, Widiarsana, Aditya Pradana, dan Qouirul Anam. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen lintas sektor untuk membangun Bali sebagai pusat inovasi digital yang inklusif dan berdaya saing.

Visi dan Program Strategis

BaliArti lahir sebagai respons atas tantangan disrupsi teknologi, perubahan pola kerja akibat otomatisasi, serta kebutuhan percepatan transformasi digital di berbagai sektor—mulai dari UMKM, industri kreatif, hingga pemerintahan.

Sejumlah program strategis yang diperkenalkan meliputi:

  • AI untuk UMKM: Mendorong peningkatan daya saing usaha lokal melalui pemanfaatan teknologi AI.
  • AI untuk Kebijakan Publik: Riset dan diskusi kebijakan berbasis data untuk pengambilan keputusan yang lebih presisi.
  • Pengembangan Talenta AI: Workshop, pelatihan, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi.
  • AI & Industri Kreatif: Eksplorasi AI dalam seni, desain, dan produksi konten digital.
  • Etika & Regulasi AI: Kajian kebijakan yang sejalan dengan nilai Tri Hita Karana.

Komitmen Jangka Panjang

Ke depan, BaliArti tengah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan AI Bali untuk lima tahun ke depan. Organisasi ini berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan, komunitas kreatif, serta pelaku industri guna memastikan teknologi AI tumbuh sebagai kekuatan pembangunan yang beretika, berbudaya, dan berkelanjutan di Bali. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini