BerandaDaerahAtasi Kecurangan BBM Subsidi, Demer Dorong Penerapan CCTV Berbasis AI Real-Time di...

Atasi Kecurangan BBM Subsidi, Demer Dorong Penerapan CCTV Berbasis AI Real-Time di SPBU Bali

Minta Teknologi Canggih Digunakan untuk Deteksi Mobil Pelat Palsu dan Pembeli Siluman

Foto: Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, saat kunjungan ke Kantor Pertamina Cabang Bali pada Rabu (14/10/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, mendorong perombakan sistem pengawasan di SPBU dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung di Kantor Pertamina Cabang Bali pada Rabu (14/10/2026).

Demer yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali itu mengungkapkan bahwa pengawasan secara manual maupun sistem yang ada saat ini masih sangat sulit menindak pelaku penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan. Oleh karena itu, penerapan teknologi CCTV berbasis AI yang bekerja secara real-time menjadi solusi paling konkret.

“Secara hukum kita sulit membuktikan penyimpangan kalau hanya mengandalkan pengawasan visual biasa. Paling cocok itu menggunakan CCTV berteknologi AI yang real-time. Bahkan sudah ada Proof of Concept (PoC) untuk 400 unit CCTV yang bisa langsung diintegrasikan tanpa perlu mengganti perangkat CCTV yang sudah ada,” ujar Demer di sela-sela kunjungannya.

Menurut Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI ini, kecerdasan buatan dalam sistem kamera tersebut mampu membaca nomor polisi kendaraan secara otomatis untuk memilah kelayakan jenis bahan bakar yang boleh dibeli, apakah Pertalite (subsidi) atau pertamax (non-subsidi).

“Sistem AI ini bisa langsung mengenali mana kendaraan yang berhak menerima Pertalite dan mana yang harus menggunakan Pertamax. Dengan begitu, BBM subsidi benar-benar tepat sasaran sesuai dengan peruntukannya dan diterima oleh orang yang berhak,” tegas wakil rakyat yang sudah lima periode berjuang di DPR RI itu.

Selain memastikan ketepatan sasaran subsidi, Demer menekankan bahwa pengawasan AI ini ampuh mencegah praktik pembelian berulang (bolak-balik) oleh oknum pelangsir minyak yang kerap memicu kelangkaan dan antrean panjang bagi masyarakat umum.

“Teknologi ini memblokir orang yang bolak-balik membeli BBM. Kan aneh dan lucu kalau ada yang bisa membeli bensin sampai Rp10 juta sehari hanya dengan mengubah bentuk tangki mobilnya. Begitu mobil melintas di jalur SPBU, AI langsung mencatat nomor kendaraan dan riwayat pembeliannya saat itu juga,” papar Demer.

Politisi senior Partai Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng tersebut menilai, sistem pencatatan digital otomatis ini akan memberikan efek jera (deterrent effect) yang kuat bagi para pelanggar aturan BBM subsidi, sekaligus memudahkan penjatuhan sanksi hukum berbasis data yang akurat.

“Kalau sistemnya sudah transparan begini, orang tidak akan berani melanggar. Mungkin sekali-dua kali ada yang coba-coba melanggar, tapi begitu tercatat secara real-time di sistem, bukti digitalnya jelas dan sanksi tegas bisa langsung dijatuhkan tanpa perdebatan. Teknologi di SPBU harus ikut maju demi melindungi hak masyarakat kecil yang membutuhkan BBM subsidi,” pungkasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini