BerandaDaerahKPU Bali Turun ke Sekolah, Pantau Pemilos Serentak di Bangli dan Tabanan,...

KPU Bali Turun ke Sekolah, Pantau Pemilos Serentak di Bangli dan Tabanan, Tanamkan Demokrasi Sejak Bangku Sekolah

Foto: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali saat monitoring pelaksanaan Pemilos di Kabupaten Bangli dan Kabupaten Tabanan, Rabu (21/10/2026).

Bangli, KabarBaliSatu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Pemilos) Serentak. Upaya tersebut diwujudkan melalui monitoring pelaksanaan Pemilos di Kabupaten Bangli dan Kabupaten Tabanan, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kepemiluan bagi pemilih pemula sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada para pelajar dalam menjalankan proses demokrasi di lingkungan sekolah.

Di Kabupaten Bangli, monitoring dilakukan Anggota KPU Provinsi Bali, Anak Agung Raka Nakula, dengan meninjau pelaksanaan Pemilos di SMK 4 Bangli. Sementara itu, Anggota KPU Provinsi Bali, Luh Putu Sri Widyastini, memantau kegiatan serupa di SMA 1 Tembuku dan SMA 2 Bangli.

Pelaksanaan Pemilos di tingkat SMA dan SMK tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal proses pemilihan pemimpin secara langsung, mulai dari tahapan persiapan hingga pemungutan suara.

Sementara itu, di Kabupaten Tabanan, monitoring dipimpin Anggota KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan. Ia mengunjungi SMPN 1 Tabanan, SMPN 2 Marga, dan SMAN 1 Kediri untuk melihat secara langsung pelaksanaan pemilihan ketua OSIS di sekolah-sekolah tersebut.

Pemilos Serentak di Tabanan melibatkan 47 SMP/MTs dan 26 SMA/SMK. Pelaksanaan secara luas ini membuka kesempatan bagi lebih banyak pelajar untuk mengenal sekaligus mempraktikkan prinsip-prinsip demokrasi sejak dini.

Tahapan Pemilos Adaptasi Proses Pemilu

Dalam pelaksanaannya, Pemilos mengadaptasi sejumlah tahapan penyelenggaraan Pemilu. Proses tersebut meliputi pemutakhiran data pemilih, kampanye, debat pasangan calon, penyampaian visi dan misi, hingga persiapan logistik oleh panitia.

Tahapan pemungutan dan penghitungan suara juga dilaksanakan secara terbuka dengan melibatkan pengawas Pemilos serta saksi dari masing-masing pasangan calon yang berasal dari kalangan siswa.

Melalui mekanisme tersebut, para pelajar tidak sekadar belajar menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami pentingnya transparansi, pengawasan, kejujuran, dan integritas dalam setiap proses pemilihan.

Saat melakukan monitoring, para komisioner KPU Bali turut berdialog dengan siswa untuk mengetahui kendala yang dihadapi serta pengalaman mereka selama mengikuti Pemilos.

Para siswa menyambut interaksi tersebut dengan antusias. Mereka mengungkapkan pemahaman mengenai pentingnya hak suara sekaligus merasakan pengalaman mengikuti proses pemilihan yang menyerupai penyelenggaraan Pemilu sesungguhnya.

Pengalaman ini menjadi pembelajaran konkret bahwa setiap suara memiliki arti dalam menentukan pemimpin. Para siswa juga berkesempatan memahami pentingnya partisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan secara demokratis.

Membangun Generasi Muda yang Berintegritas

Anggota KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan, menyampaikan bahwa praktik langsung melalui Pemilos memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada siswa mengenai tata cara dan prinsip dasar penyelenggaraan Pemilu.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam berbagai peran, baik sebagai pemilih, panitia, pengawas, maupun saksi pasangan calon, menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi.

Nilai-nilai tersebut mencakup kejujuran, transparansi, partisipasi, sportivitas, serta tanggung jawab. Dengan terlibat langsung, siswa dapat memahami bahwa demokrasi bukan sekadar materi pembelajaran di kelas, melainkan proses yang membutuhkan komitmen dan integritas dari setiap pihak.

Melalui monitoring Pemilos Serentak di Bangli dan Tabanan, KPU Provinsi Bali mendorong sekolah menjadikan kegiatan ini sebagai laboratorium demokrasi bagi generasi muda.

Pengalaman mengikuti seluruh tahapan pemilihan diharapkan mampu membentuk pelajar yang kritis, cerdas, berintegritas, dan bertanggung jawab. Lebih dari itu, Pemilos diharapkan menumbuhkan kesadaran untuk menggunakan hak pilih secara bijak serta mendorong partisipasi aktif dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan pada masa mendatang.

Dengan pendidikan demokrasi yang dimulai dari lingkungan sekolah, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pemilih yang tidak hanya memahami hak dan kewajibannya, tetapi juga mampu menjaga kualitas demokrasi Indonesia. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini