BerandaDaerahAnggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih Gaungkan Empat Pilar di...

Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih Gaungkan Empat Pilar di Pejeng Gianyar, Perkuat Nilai Kebangsaan Sekaligus Dorong UMKM Naik Kelas di Era Digital

Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Bali, Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Pejeng, Kabupaten Gianyar, Sabtu (21/2/2026).

Gianyar, KabarBaliSatu

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Bali, Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer, kembali menegaskan konsistensinya dalam membumikan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Desa Pejeng, Kabupaten Gianyar, Sabtu (21/2/2026), Demer mengintegrasikan penguatan ideologi bangsa dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya sektor UMKM.

Mengusung tema “UMKM Naik Kelas: Menanamkan Nilai Kebangsaan di Era Digital”, kegiatan ini tak sekadar menjadi forum penyampaian materi kebangsaan, tetapi juga ruang edukasi ekonomi digital bagi masyarakat. Demer ingin memastikan bahwa nasionalisme tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan menjelma menjadi kekuatan produktif yang mendorong kemandirian ekonomi rakyat.

Dalam paparannya, Demer menguraikan empat fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara: Pancasila sebagai dasar ideologi negara; Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 beserta ketetapan MPR sebagai konstitusi; Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara; serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu.

Menurutnya, Empat Pilar bukan sekadar hafalan normatif. Ia harus hadir dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Salah satu cara untuk menerapkan Empat Pilar Kebangsaan adalah dengan menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab,” ujar Demer di hadapan peserta yang didominasi pelaku UMKM dan generasi muda.

Ia merinci langkah konkret: menaati aturan, membayar pajak, menjaga lingkungan, mempromosikan produk lokal, menghormati perbedaan, menjunjung hukum, hingga memahami sejarah dan budaya bangsa. Semua itu, tegasnya, merupakan wujud pengamalan nilai kebangsaan dalam praktik sosial dan ekonomi.

“Dengan menerapkan Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari, kita membantu membangun negara yang kuat, maju, dan sejahtera. Sudah saatnya seluruh masyarakat menjadi warga negara yang bertanggung jawab bagi kemajuan bangsa,” tegas Demer yang sudah lima periode sebagai wakil rakyat di DPR RI memperjuangkan kepentingan Bali itu.

UMKM sebagai Jantung Ekonomi Rakyat

Tak berhenti pada aspek ideologis, Demer yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bal itu menyoroti peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

“UMKM Indonesia bukan sekadar unit usaha kecil. Mereka adalah jantung ekonomi rakyat. Sektor ini hidup dari semangat, kreativitas, dan ketekunan,” ujar wakil rakyat yang berlatar belakang pengusaha dan mantan Ketua Umum Kadin Bali itu.

Demer mendorong masyarakat mendukung UMKM melalui langkah sederhana: membeli produk lokal, memberikan ulasan positif, hingga berbagi pengetahuan. Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membawa UMKM naik kelas melalui literasi teknologi dan kemampuan adaptasi.

Namun, ia mengakui masih banyak pelaku usaha yang ragu memasuki dunia digital karena takut salah langkah atau menganggap digitalisasi mahal dan rumit.

“Padahal digitalisasi tidak harus dimulai dengan teknologi canggih. Bisa dari hal sederhana, seperti berjualan di Facebook, Instagram, atau platform marketplace lainnya,” jelasnya.

Praktik Digital Marketing untuk UMKM

Untuk memperkuat materi, Demer menggandeng praktisi digital marketing Leo Agung Puri Bowo Laksono yang memberikan panduan praktis kepada peserta.

Dalam sesi pemaparannya, Leo menekankan bahwa platform digital membuka akses pasar tanpa batas geografis.

“Melalui platform digital, UMKM bisa menjangkau pasar lebih luas. Bisnis makanan misalnya, bisa memasarkan produk lewat e-commerce atau media sosial dan menjangkau pelanggan di luar kota bahkan luar negeri,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa digitalisasi membantu efisiensi operasional. Aplikasi digital memungkinkan pencatatan keuangan dan pengelolaan usaha dilakukan secara otomatis dan lebih akurat, sekaligus memudahkan pelaku usaha membaca tren pasar secara cepat.

Politik Kebangsaan Berbasis Ekonomi Rakyat

Pendekatan Demer di Pejeng Gianyar menunjukkan strategi politik kebangsaan yang tidak berhenti pada retorika ideologis, tetapi berpijak pada kebutuhan riil masyarakat. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perdagangan online, ia mendorong masyarakat Bali agar tidak hanya menjadi konsumen, melainkan pelaku aktif yang berdaya saing.

Bagi Demer, membangun fondasi kebangsaan dan memperkuat ekonomi rakyat adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Nasionalisme, dalam konteks kekinian, bukan hanya soal simbol dan seremoni, melainkan kemampuan bangsa menguasai teknologi, memperkuat UMKM, dan berdiri tegak di tengah kompetisi global.

Dari Desa Pejeng, pesan itu ditegaskan: Empat Pilar harus hidup dalam etos kerja, kreativitas, dan keberanian masyarakat untuk naik kelas di era digital. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini