BerandaDaerahLaut Bali Wajib Dimuliakan, Bukan Sekadar Dimanfaatkan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi...

Laut Bali Wajib Dimuliakan, Bukan Sekadar Dimanfaatkan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Dorong Hal Ini

Segara Kerthi, Laut Sumber Kehidupan Wajib Dijaga Bersama

Foto: Ilustrasi pelestarian laut Bali yang menggambarkan aktivitas nelayan, ekosistem bawah laut, serta nilai adat dan budaya. Masyarakat diajak mengurangi sampah plastik, menjaga biota laut, dan melestarikan ekosistem demi keberlanjutan kehidupan dan masa depan Bali.

Denpasar, KabarBaliSatu

Laut bukan sekadar bentang alam yang mengelilingi Pulau Bali. Bagi masyarakat Bali, laut merupakan sumber kehidupan, penyedia pangan, penjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus bagian penting dari adat, tradisi, dan budaya.

Karena itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Putu Sumardiana mendorong seluruh masyarakat untuk memuliakan dan menjaga laut. Menurutnya, keberadaan laut memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar sebagai sumber daya ekonomi.

“Bali ini dikelilingi oleh laut. Oleh karena itu, laut memang sebagai sumber kehidupan,” ujar Sumardiana belum lama ini.

Ia menjelaskan, upaya memuliakan laut sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya konsep Sad Kerthi yang salah satunya adalah Segara Kerthi. Konsep tersebut menekankan pentingnya menjaga kesucian dan kelestarian laut.

“Kalau kita istilahkan, Segara Kerthi itu adalah bagaimana kita memuliakan laut,” kata Sumardiana.

Menurut Sumardiana, salah satu alasan utama laut harus dijaga karena perairan menjadi sumber pangan penting bagi masyarakat. Beragam hasil laut seperti ikan dan rumput laut menjadi bagian dari sumber protein sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Konsep tersebut kini juga dikenal dengan istilah blue food, yakni pangan yang berasal dari sumber daya perairan dan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan manusia.

Selain menyediakan pangan, laut juga memiliki fungsi ekologis yang sangat besar. Ekosistem laut berperan dalam menyerap karbon dioksida (CO2) serta mendukung ketersediaan oksigen bagi kehidupan.

“Laut menyerap CO2 yang tinggi dan memberikan suplai oksigen bagi umat manusia,” ujarnya.

Namun, bagi Bali, nilai laut tidak berhenti pada aspek lingkungan dan pangan. Laut juga memiliki kedudukan penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.

Sumardiana mencontohkan tradisi Nyegara Gunung yang berkaitan dengan kehidupan adat dan keagamaan masyarakat Hindu Bali. Laut menjadi bagian dari rangkaian kehidupan budaya dan ritual masyarakat.

“Laut itu di samping memberikan kehidupan berupa pangan, juga untuk tradisi, budaya, dan adat,” tegasnya.

Atas dasar itu, Sumardiana mengingatkan bahwa laut Bali merupakan warisan yang dititipkan leluhur kepada generasi saat ini. Tugas masyarakat bukan mengeksploitasi laut tanpa batas, melainkan menjaga agar sumber daya tersebut tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sumardiana juga menyoroti pentingnya menjaga ekosistem perairan yang terdapat di dalam laut, termasuk terumbu karang dan padang lamun. Ekosistem tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan laut.

Salah satu ancaman yang dinilai perlu mendapat perhatian serius adalah pencemaran, terutama sampah plastik.

Ia mengajak masyarakat Bali untuk bersama-sama mengurangi pencemaran dan menjaga kebersihan laut. Pemerintah Provinsi Bali, kata Sumardiana, terus melakukan sosialisasi sekaligus turun langsung ke lapangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga laut.

“Laut yang bersih, ikan yang sehat, adalah sehat juga untuk yang menikmati, khususnya manusia,” ujarnya.

Sumardiana menegaskan, menjaga laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kelestarian laut membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, mulai dari mengurangi sampah plastik, menjaga ekosistem pesisir, hingga memperlakukan laut sebagai bagian penting dari kehidupan Bali.

Dengan demikian, semangat Segara Kerthi tidak berhenti sebagai konsep budaya, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata untuk memastikan laut tetap bersih, sehat, produktif, dan mampu menopang kehidupan masyarakat Bali dalam jangka panjang. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini