Foto: Keberhasilan kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster, dari Bali kedaulatan Indonesia terus ditenun.
Denpasar, KabarBaliSatu
Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Bali tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali meneguhkan identitas dan kemandirian masyarakat Bali.
Salah satunya terlihat dari penggunaan busana adat Bali dan kain tenun/songket lokal dalam berbagai rangkaian perayaan kemerdekaan.
Pilihan tersebut tidak berhenti pada persoalan estetika, tetapi memiliki makna yang lebih luas: menjaga budaya sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat.
Penggunaan busana adat Bali sendiri sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali. Aturan tersebut menetapkan penggunaan busana adat Bali pada setiap Kamis, Purnama, Tilem, serta hari jadi pemerintah daerah.
Di sisi lain, momentum ini juga menjadi kesempatan untuk mempromosikan produk lokal Bali, termasuk kain tenun dan songket yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah. Hal ini selaras dengan semangat Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 terkait pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal Bali.
Sebab, ketika masyarakat memilih membeli kain langsung dari perajin lokal, manfaatnya tidak berhenti pada pelestarian budaya.
Pilihan tersebut turut membuka ruang bagi perajin dan UMKM untuk terus berkarya, berkembang, dan menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Dengan demikian, mengenakan busana adat dan memilih produk lokal dalam perayaan kemerdekaan dapat menjadi bagian mengisi kemerdekaan dari Bali.
Dari sehelai kain, budaya tetap hidup.
Dari pilihan terhadap produk lokal, ekonomi ikut bergerak.
Dan dari Bali, kedaulatan Indonesia terus ditenun. 🇮🇩

