BerandaDaerahMas Sumatri NasDem Dorong Pemprov Bantu Tuntaskan Persoalan Krisis Air Bersih di...

Mas Sumatri NasDem Dorong Pemprov Bantu Tuntaskan Persoalan Krisis Air Bersih di Karangasem, Warga Mengeluh “Lebih Murah Beli Bir daripada Beli Air”

Harga Air Tangki Capai Rp 200 Ribu, Warga Bisa Habiskan Rp 600 Ribu Sebulan Hanya Untuk Beli Air

Foto: Anggota DPRD Provinsi Bali daerah pemilihan Karangasem dari Partai NasDem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang jatuh pada 14 Agustus 2026.

Karangasem, KabarBaliSatu

Krisis air bersih yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Karangasem mendapat sorotan dari Anggota DPRD Provinsi Bali daerah pemilihan Karangasem dari Partai NasDem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Di tengah peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, ia meminta Pemerintah Provinsi Bali memberikan perhatian lebih serius untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tersebut terpenuhi.

Mas Sumatri mengatakan persoalan air bersih masih dirasakan masyarakat di sejumlah kawasan, termasuk di sekitar Besakih. Bahkan, sebagian warga terpaksa membeli air menggunakan tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Karangasem menjadi salah satu daerah yang mengalami krisis air. Bahkan masyarakat membeli air tangki dan sebagainya,” ujar mantan Bupati Karangasem itu.

Kondisi tersebut bukan tanpa beban. Di wilayah Besakih, warga harus merogoh kocek sekitar Rp200 ribu untuk mendapatkan satu tangki berisi 6.000 liter air. Harga itu bahkan meningkat dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp150 ribu per tangki.

Dengan kebutuhan air yang harus dipenuhi berulang kali, pengeluaran rumah tangga pun semakin terbebani. Seorang warga Besakih mengaku dapat membeli air tangki hingga tiga kali dalam sebulan untuk kebutuhan mencuci, mandi, hingga memasak.

Mas Sumatri mencontohkan kondisi di sejumlah banjar di kawasan Besakih, seperti di Banjar Kunyit dan Besakih Kawan, yang menurutnya belum mendapatkan aliran air bersih secara memadai. Ironisnya, kondisi tersebut terjadi tidak jauh dari kawasan Pura Besakih yang justru memiliki sumber air.

“Walaupun di Pura Besakih ada air, tetapi di beberapa banjar seperti di Kunyit dan Besakih Kawan belum dialiri air,” katanya.

Menurut Mas Sumatri, persoalan air bersih semestinya menjadi salah satu prioritas pembangunan di Karangasem. Terlebih, Pemerintah Provinsi Bali telah memiliki komitmen untuk menuntaskan pelayanan air bersih di Kabupaten Karangasem.

Anggota Komisi IV DPRD Bali itu berharap komitmen tersebut dapat direalisasikan secara optimal hingga target pelayanan air bersih pada 2027 dapat tercapai.

Mas Sumatri bahkan mengungkapkan keluhan masyarakat yang menggambarkan beratnya beban biaya untuk mendapatkan air bersih. Ia menyebut ada warga yang mengatakan harga air justru lebih mahal dibandingkan membeli bir.

“Memang bagi masyarakat sering menyebutkan lebih murah bir dibandingkan air. Lebih murah membeli bir dibandingkan membeli air,” ungkap Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Karangasem itu.

Pernyataan tersebut, menurut Mas Sumatri, menjadi gambaran bahwa persoalan air bersih di Karangasem bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut kebutuhan dasar dan keadilan pembangunan bagi masyarakat.

Karena itu, ia meminta agar pengalokasian anggaran pembangunan memperhatikan tingkat urgensi setiap daerah. Infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, kata dia, harus mendapat prioritas.

“Keadilan itu sudah barang tentu dari sisi anggaran diperhatikan urgensinya. Di mana yang urgen, itulah yang diprioritaskan. Inilah yang menjadi prioritas Kabupaten Karangasem yang sesungguhnya,” tegasnya.

Mas Sumatri berharap momentum Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali, tidak hanya menjadi seremoni. Menurutnya, semangat tersebut harus diwujudkan melalui pemerataan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di seluruh Bali.

Ia menekankan, pembangunan Bali harus dilakukan secara adil agar tidak terjadi kesenjangan antardaerah, terutama dalam penyediaan infrastruktur dasar seperti air bersih.

“Harapan saya sebagai anggota DPRD Provinsi Bali, agar nantinya mendapatkan sebuah keadilan,” pungkasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini