BerandaTop NewsPemilahan Sampah Rumah Tangga di Bali Tembus 70 Persen, Gubernur Koster Targetkan...

Pemilahan Sampah Rumah Tangga di Bali Tembus 70 Persen, Gubernur Koster Targetkan Net Zero Emission Bali 2045

Dijadikan Program Super Prioritas Bersama Danantara, Pemprov Bali Pasang Target Bebas Emisi 15 Tahun Lebih Cepat dari Proyeksi Nasional

Foto: Gubernur Koster saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang berlangsung di Gedung DPRD Bali, Denpasar, pada Jumat (14/8/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber di Provinsi Bali mencatatkan progres signifikan. Gubernur Bali Wayan Koster mengeklaim bahwa tingkat pemilahan sampah dari level rumah tangga, khususnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, telah melampaui angka 70 persen hingga Agustus 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Koster saat memberikan pidato dalam Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang berlangsung di Gedung DPRD Bali, Denpasar, pada Jumat (14/8/2026).

Menurut Koster, penanganan sampah kini menjadi salah satu program super prioritas Pemprov Bali. Percepatan penanganan dilakukan melalui pengetatan pembatasan plastik sekali pakai serta dorongan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berkolaborasi dengan Danantara.

“Gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber ini sudah berjalan dengan sangat masif. Memilah sampah dari rumah tangga sekarang ini tingkatnya sudah mencapai di atas 70 persen di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,” kata Koster.

Selain persoalan sampah, Gubernur Koster turut menyoroti berbagai tantangan ekologis mendesak yang tengah dihadapi Bali, mulai dari ancaman perubahan iklim global, abrasi pantai yang membentang hingga puluhan ribu kilometer, hingga laju alih fungsi lahan sawah.

Secara khusus, ia mengungkapkan keprihatinannya atas fenomena tanah sawah berstatus sertifikat yang kini fisiknya telah hilang dan berganti menjadi genangan air. Guna mengatasi krisis ini, Pemprov Bali berkomitmen menjamin ketersediaan udara dan air bersih bagi masyarakat melalui pengelolaan lingkungan secara terpadu.

Langkah konkret dan konsisten yang ditunjukkan Bali di bidang pelestarian lingkungan ini bahkan membuahkan apresiasi internasional dari lembaga Bloomberg Philanthropies.

Atas pijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali secara resmi menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2045. Target ini dipatok 15 tahun lebih cepat dibandingkan target NZE nasional yang ditetapkan pada tahun 2060.

Komitmen iklim Bali tersebut turut membawa Gubernur Koster hadir sebagai pembicara dalam ajang Internasional London Climate Action Week 2026 pada Juni lalu, berdampingan dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

“Kita harus sadar bagaimana mengenai iklim ini. Perhatian serius pada pengelolaan iklim di Bali sangat penting untuk mengurangi risiko negatif dari perubahan iklim global,” tegas Gubernur Koster. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini