BerandaDaerah15 Tahun Jamkrida Bali Mandara, Gubernur Koster Ingatkan UMKM Harus Tetap Jadi...

15 Tahun Jamkrida Bali Mandara, Gubernur Koster Ingatkan UMKM Harus Tetap Jadi Prioritas Utama

Momentum Rebranding dan Peluncuran Logo Baru, Jamkrida Diharapkan Makin Memperluas Akses Pembiayaan Usaha Rakyat

Foto: Sekda Dewa Made Indra menghadiri perayaan HUT ke-15 PT Jamkrida Bali Mandara, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (10/8).

Denpasar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan PT Jamkrida Bali Mandara tidak boleh kehilangan jati diri dan ide dasar pendiriannya sebagai lembaga penjaminan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di tengah perkembangan bisnis dan perluasan produk penjaminan, BUMD tersebut diminta tetap menempatkan UMKM sebagai prioritas utama.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Koster dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra pada perayaan HUT ke-15 PT Jamkrida Bali Mandara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (10/8).

Gubernur Koster menyampaikan bahwa PT Jamkrida Bali Mandara didirikan berdasarkan Peraturan Daerah pada 2010. Tujuan utamanya adalah membantu UMKM yang memiliki usaha layak namun menghadapi keterbatasan akses terhadap perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Melalui skema penjaminan, Jamkrida hadir membuka akses pembiayaan agar pelaku usaha memperoleh dukungan permodalan untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan bisnis mereka.

“Pemerintah daerah hadir melalui lembaga penjaminan PT Jamkrida Bali Mandara untuk menutupi kelemahan UMKM sehingga mereka dapat mengakses produk-produk keuangan. Karena itu, jangan sampai kita melupakan idealisme atas keberadaan lembaga ini,” tegas Gubernur Koster.

Menurutnya, sektor UMKM telah terbukti memiliki daya tahan kuat menghadapi berbagai gejolak ekonomi. Ketangguhan ini terlihat nyata saat pandemi Covid-19, di mana UMKM tetap mampu bertahan dan menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat di tengah tekanan berat.

Sekda Bali Dewa Made Indra menambahkan, jumlah UMKM yang memperoleh penjaminan dari PT Jamkrida Bali Mandara terus meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan ini tidak hanya menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat, tetapi juga mencerminkan kondisi perusahaan yang sehat.

“Tidak dipungkiri, jumlah UMKM yang dibantu penjaminannya oleh PT Jamkrida Bali Mandara terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa PT Jamkrida Bali Mandara berada dalam kondisi yang sangat sehat,” kata Dewa Indra.

Atas dasar itu, Dewa Indra mendorong pemerintah kabupaten/kota se-Bali untuk semakin memperkuat kerja sama dengan PT Jamkrida Bali Mandara, terutama dalam penguatan permodalan dan perluasan akses pembiayaan bagi UMKM di daerah masing-masing.

“Tidak ada alasan bagi bupati/wali kota meragukan untuk memperkuat permodalan dan kerja samanya dengan PT Jamkrida Bali Mandara, sekaligus memperluas UMKM di daerah masing-masing untuk mengakses lembaga keuangan bagi perkembangan mereka,” ujarnya.

Dewa Indra turut mengapresiasi lembaga keuangan yang telah bermitra dengan Jamkrida Bali Mandara. Sinergi ini diharapkan terus diperkuat agar BUMD mampu memberikan manfaat yang makin nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jamkrida Bali Mandara, A.A. Ngurah Adhi Ardhana, menyatakan komitmennya untuk terus memperluas akses penjaminan bagi UMKM. Ia menegaskan bahwa Jamkrida tidak sekadar menjalankan fungsi bisnis semata, tetapi juga mengemban peran strategis daerah.

“Hari ulang tahun ke-15 ini sekaligus menjadi momentum untuk merefleksikan diri melalui kegiatan sosial, spiritual, serta dukungan terhadap sektor pertanian. Kami ingin memastikan kegiatan yang dilakukan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Peran strategis penjaminan ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha. Data internal mencatat lebih dari 85 persen UMKM mengaku layanan penjaminan Jamkrida memberikan manfaat nyata bagi perkembangan bisnis. Selain itu, 92,2 persen UMKM merasa lebih mudah menjalin kerja sama bisnis baru, serta 90,9 persen menyatakan mampu meningkatkan pemasaran dan mengembangkan produk usaha mereka.

Puncak perayaan HUT ke-15 ini ditandai dengan peluncuran logo baru sebagai simbol keberlanjutan proses rebranding perusahaan. Logo baru tersebut sarat akan filosofi. Siluet Candi Bentar: Melambangkan keterbukaan dan kepercayaan. Monogram Huruf “J”: Menjadi identitas utama Jamkrida. Formasi Upward Trend: Menggambarkan pertumbuhan dan kemajuan perusahaan. Tiga Pilar Candlestick: Melambangkan tiga pihak dalam ekosistem penjaminan (terjamin, penjamin, dan kreditur). Dua Anak Panah Dinamis: Merepresentasikan hak dan kewajiban. Sudut Kemiringan 45 Derajat: Merepresentasikan Kurva Lorenz sebagai simbol distribusi pendapatan dan pemerataan. Pergerakan ke Arah Kanan: Melambangkan semangat untuk terus bergerak maju dan proaktif. Sedangkan Kemiringan 10 Derajat: Merepresentasikan konsorsium kepemilikan PT Jamkrida Bali Mandara yang terdiri atas Pemerintah Provinsi Bali dan sembilan pemerintah kabupaten/kota.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) bagi UMKM ekosistem digital, yaitu Onishop dan Prada Tekno. Selain itu, dilakukan pula penyerahan token appreciation kepada sejumlah mitra kerja strategis, seperti PT Bank BPD Bali, Perbarindo Provinsi Bali, Badan Kerja Sama (BKS) LPD Bali, Gapensi, serta Dekopinwil Bali. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini