BerandaDaerahBantu Ringankan Umat, Pasraman Widya Dana Paramitha Gelar Metatah, Ruwatan, Pawintenan dan...

Bantu Ringankan Umat, Pasraman Widya Dana Paramitha Gelar Metatah, Ruwatan, Pawintenan dan Sapuh Leger Bersama 10 Oktober

Foto: Poster Pasraman Widya Dana Paramitha akan menggelar kegiatan Metatah, Ruwatan, Pawintenan dan Sapuh Leger Bersama pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Buleleng, KabarBaliSatu

Pasraman Widya Dana Paramitha akan menggelar kegiatan Metatah, Ruwatan, Pawintenan dan Sapuh Leger Bersama pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan keagamaan Hindu tersebut akan berlangsung di Grya Agung Bantang Bhuana Arum Sari, dengan prosesi dipuput oleh Ida Pandita Mpu Dharma Arta Widya Jaya Kerti.

Pelaksanaan kegiatan bertepatan dengan Saniscara Kliwon Wuku Wayang, yang dalam tradisi Bali memiliki makna penting dalam pelaksanaan sejumlah upacara yadnya, termasuk Sapuh Leger.

Kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai. Selain menjadi momentum pelaksanaan upacara secara bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjalankan kewajiban keagamaan sekaligus melestarikan tradisi dan nilai-nilai Hindu Bali.

Dalam pengumuman yang disampaikan panitia, terdapat sejumlah kelompok yang dinyatakan patut mengikuti masing-masing prosesi.

Untuk upacara Sapuh Leger, diperuntukkan bagi anak yang lahir pada Wuku Wayang. Sementara upacara Metatah ditujukan bagi anak yang telah menginjak masa remaja atau menek bajang.

Sedangkan bagi masyarakat yang hendak mengikuti Yadnya Meruwat Pawetuan, panitia mencantumkan sejumlah kategori kelahiran yang secara tradisi menjadi bagian dari Pawetuan. Di antaranya Jadma Melik, yakni anak tunggal yang tidak memiliki saudara; Tiba Sampir, anak yang lahir berkalung tali pusar; serta Tiba Anjer, anak yang lahir dengan tali pusar dililit pada leher.

Kategori lainnya meliputi Jempina, anak yang lahir prematur atau melalui operasi sesar; Margane, anak yang lahir dalam perjalanan atau di tengah perjalanan; serta Wahana, anak yang lahir di tengah keramaian, seperti di pasar atau tempat hiburan.

Kemudian terdapat kategori Julung Sungsang, yakni anak yang lahir tepat tengah hari atau saat kali tepet; Julung Sarap/Julung Macan, anak yang lahir saat sandikala atau sore menjelang malam; serta Kembar, anak yang lahir bersamaan dengan saudara yang memiliki jenis kelamin sama.

Kategori berikutnya adalah Buncing/Dampi, anak yang lahir bersamaan dengan saudara berbeda jenis kelamin; Pancoran Apit Telaga, anak yang lahir tiga bersaudara dengan posisi laki-laki–perempuan; serta Telaga Apit Pancoran, anak yang lahir tiga bersaudara dengan posisi perempuan–laki-laki.

Selain itu, terdapat kategori Sanan Empeg, anak yang lahir diapit oleh saudara yang meninggal; Pipilan, anak yang lahir dari lima bersaudara dengan empat perempuan dan satu laki-laki; serta Padangan, anak yang lahir dari lima bersaudara dengan empat laki-laki dan satu perempuan.

Panitia juga mencantumkan kategori Kresna Baladewa, yakni anak yang lahir dari dua bersaudara dengan jenis kelamin sama; Katrisula, anak yang lahir dari tiga bersaudara dengan jenis kelamin sama; serta Pandawa Wararujur, anak yang lahir dari lima bersaudara dengan jenis kelamin sama.

Pendaftaran Dibuka hingga 9 Oktober

Masyarakat yang berminat mengikuti rangkaian yadnya tersebut dapat melakukan pendaftaran sejak 1 Agustus hingga 9 Oktober 2026. Panitia mengimbau calon peserta untuk segera mendaftarkan diri agar persiapan pelaksanaan upacara dapat dilakukan dengan baik.

Untuk mengikuti kegiatan tersebut, panitia menetapkan biaya Sapuh Leger sebesar Rp2 juta per orang, sedangkan Metatah, Meruwat, dan Mawinten masing-masing sebesar Rp500 ribu per orang.

Khusus peserta Mawinten, panitia mencantumkan persyaratan untuk mengumpulkan fotokopi KTP.

Pelaksanaan Metatah, Ruwatan, Pawintenan dan Sapuh Leger secara bersama ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk menjalankan prosesi keagamaan dengan tertib sekaligus memperkuat kebersamaan.

Lebih dari sekadar rangkaian upacara, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan tradisi Hindu Bali agar tetap hidup dan dipahami oleh generasi penerus.

Dengan pelaksanaan secara bersama, masyarakat tidak hanya memperoleh kesempatan menjalankan yadnya, tetapi juga turut merawat nilai-nilai spiritual dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun di Bali.

Kontak Panitia

Bagi masyarakat yang berminat mengikuti rangkaian Metatah, Ruwatan, Pawintenan, dan Sapuh Leger Bersama, pendaftaran dibuka mulai 1 Agustus hingga 9 Oktober 2026.

Untuk informasi lebih lanjut maupun pendaftaran, calon peserta dapat menghubungi panitia melalui kontak berikut:

  • JMG Putu Sukradati: 0819 1647 4428
  • JMG Nyoman Wijana: 0819 1571 0209
  • JMG Agus Artayana: 0819 3658 4200
  • JMG Sudarma: 0831 2559 4890
  • JMG Budiarta: 0813 3731 2866
  • JMG Darmayana: 0878 6309 2666
  • JMK Somada: 0857 9979 6786
  • JMK Gede Sudarma: 0877 6218 2388

Panitia mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti prosesi agar segera melakukan pendaftaran dan mempersiapkan persyaratan yang diperlukan sebelum batas waktu pendaftaran berakhir. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini