BerandaDaerahDari Denpasar untuk Bali, Wayan Inggi dan Kadek Refan Dinobatkan sebagai Jegeg...

Dari Denpasar untuk Bali, Wayan Inggi dan Kadek Refan Dinobatkan sebagai Jegeg Bagus Bali 2026

Foto: Kadek Refan Resepiyan Artadh dan Wayan Inggi Pratiwi, wakil Kota Denpasar, terpilih menjadi pemenang Jegeg Bagus Bali 2026 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali (Art Center) Denpasar, Jumat (7/8/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Malam di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali (Art Center) Denpasar, Jumat (7/8/2026), menjadi saksi lahirnya dua sosok muda yang akan membawa wajah Bali ke ruang yang lebih luas.

Di bawah sorot lampu dan riuh tepuk tangan, Wayan Inggi Pratiwi dan Kadek Refan Resepiyan Artadhi dinobatkan sebagai Jegeg dan Bagus Bali 2026. Keduanya merupakan mahasiswa Universitas Udayana sekaligus wakil Kota Denpasar dalam Pemilihan Jegeg Bagus Bali 2026.

Gelar tersebut bukan sekadar mahkota. Di balik penobatan itu, terselip harapan agar generasi muda tidak hanya menjadi wajah Bali yang ramah di hadapan wisatawan, tetapi juga menjadi penjaga ingatan, budaya, dan jati diri Pulau Dewata.

Inggi dan Refan berhasil melewati persaingan bersama 18 finalis yang mewakili sembilan kabupaten/kota se-Bali. Mereka tampil membawa karakter, gagasan, wawasan, serta kecintaan terhadap tanah kelahiran masing-masing.

Ajang ini mempertemukan anak-anak muda terbaik dari seluruh Bali.

Badung diwakili Ni Made Yulan Pradnyaning dari Universitas Udayana dan Putu Abhidhamma Dharmika Putra dari SMA Negeri 1 Kuta Utara.

Bangli mengirim Gusti Ayu Anggi Regina Arya Putri dari Universitas Warmadewa dan I Made Candra Widjaya dari Universitas Udayana. Dari Buleleng hadir Luh Velia Putri Arsita dan Gede Raditya Harischandra Kusa, keduanya dari Universitas Pendidikan Ganesha.

Gianyar diwakili Ni Komang Yunita Purnama Sari dan Ari Dwarsa Dhyana Yogananda, yang sama-sama berasal dari Universitas Udayana. Sementara Jembrana mengutus Ni Komang Vira Ananda Putri dan I Ngurah Putu Adi Artha Wirawan, keduanya dari SMA Negeri 2 Negara.

Dari Karangasem tampil Ni Putu Nadine Villarin Manda dari Politeknik Negeri Bali dan Ida Bagus Girindra Yogananta dari Universitas Udayana. Klungkung mengirim Ni Luh Komang Chika Widhi Sari dari Universitas Udayana dan Putu Orlon Putra Santosa dari Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI).

Sedangkan Tabanan diwakili Ni Luh Made Maha Sanjiwani dari Poltekkes Kemenkes Denpasar dan I Made Wikrama Atmaja dari Universitas Udayana.

Persaingan itu kemudian melahirkan sejumlah nama yang turut mendapat tempat istimewa.

Runner Up I diraih Jegeg Gianyar, Ni Komang Yunita Purnama Sari, dan Bagus Karangasem, Ida Bagus Girindra Yogananta.

Runner Up II ditempati Jegeg Jembrana, Ni Komang Vira Ananda Putri, dan Bagus Buleleng, Gede Raditya Harischandra Kusa.

Sementara Runner Up III diraih Jegeg Klungkung, Ni Luh Komang Chika Widhi Sari, dan Bagus Badung, Putu Abhidhamma Dharmika Putra.

Posisi Runner Up IV diraih Jegeg Karangasem, Ni Putu Nadine Villarin Manda, dan Bagus Gianyar, Ari Dwarsa Dhyana Yogananda. Sedangkan Runner Up V ditempati Jegeg Badung, Ni Made Yulan Pradnyaning, dan Bagus Klungkung, Putu Orlon Putra Santosa.

Penghargaan khusus juga menjadi bagian dari malam penuh warna tersebut.

Gelar Jegeg Bagus Bali Favorit diberikan kepada Jegeg Gianyar, Ni Komang Yunita Purnama Sari, dan Bagus Klungkung, Putu Orlon Putra Santosa.

Kategori Persahabatan menjadi milik pasangan dari Bangli, Gusti Ayu Anggi Regina Arya Putri dan I Made Candra Widjaya.

Sementara kategori Photogenic diraih Jegeg Buleleng, Luh Velia Putri Arsita, dan Bagus Tabanan, I Made Wikrama Atmaja.

Adapun gelar Intelegensia diberikan kepada Jegeg Tabanan, Ni Luh Made Maha Sanjiwani, dan Bagus Jembrana, I Ngurah Putu Adi Artha Wirawan.

Ketika Generasi Muda Menjadi Penjaga Jiwa Bali

Pemilihan Jegeg Bagus Bali 2026 tidak berhenti pada panggung, busana, atau penobatan. Lebih jauh, ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda Bali untuk menunjukkan wawasan, kemampuan komunikasi, kepribadian, kreativitas, sekaligus kepedulian terhadap masa depan pariwisata dan kebudayaan Bali.

Tahun ini, penyelenggara membawa sebuah tema yang sarat makna: “Prananing Atma Raksa: Sanctuary of the Living Soul.”

Ketua Panitia Jegeg Bagus Bali 2026, Indah Amertha, mengatakan tema tersebut menjadi salah satu pembeda penyelenggaraan tahun ini karena memiliki hubungan filosofis dengan agenda kebudayaan Bali.

“Prananing Atma Raksa bermakna sebagai ruang perlindungan dan pemuliaan terhadap napas kehidupan,” ujar Indah.

Tema tersebut berjalan seirama dengan tema Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun ini, “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha.”

Keduanya bertemu pada satu pesan yang sama: bahwa kehidupan, budaya, dan jati diri bukanlah warisan yang cukup hanya dikenang. Semuanya harus dijaga, dirawat, dan dimuliakan.

Di tengah geliat pariwisata yang terus bergerak, pesan itu menjadi semakin penting. Bali tidak hanya membutuhkan generasi muda yang mampu berbicara kepada dunia, tetapi juga mereka yang memahami dari mana mereka berasal.

Mahkota yang Membawa Tanggung Jawab

Gubernur Bali Wayan Koster, melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Tjok. Bagus Pemayun, memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh finalis yang telah mengikuti rangkaian pemilihan.

Menurutnya, tema Prananing Atma Raksa membawa pesan mendalam bahwa menjaga kemuliaan jiwa, jati diri, nilai budaya, serta keseimbangan kehidupan merupakan fondasi penting dalam pembangunan pariwisata Bali.

Nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menempatkan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya sebagai pijakan menuju kesejahteraan masyarakat, baik secara sekala maupun niskala.

Karena itu, mahkota yang kini melekat pada kepala Wayan Inggi Pratiwi dan Kadek Refan Resepiyan Artadhi bukan sekadar simbol kemenangan.

Ia adalah amanah.

Ada budaya yang harus diperkenalkan tanpa kehilangan makna. Ada tradisi yang harus diwariskan tanpa tercerabut dari akarnya. Ada pariwisata yang harus terus tumbuh, tetapi tetap berpijak pada karakter Bali.

Malam itu, Denpasar kembali mengirim dua anak mudanya untuk membawa nama Bali.

Dan perjalanan mereka baru saja dimulai.

Sebagai Jegeg dan Bagus Bali 2026, Wayan Inggi Pratiwi dan Kadek Refan Resepiyan Artadhi kini mengemban tugas untuk menjadi bagian dari generasi yang menjaga wajah Bali—bukan hanya agar tetap indah dipandang, tetapi juga agar tetap hidup jiwanya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini