BerandaDaerahPemprov Bali Gelar Monev Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Desa Sembiran

Pemprov Bali Gelar Monev Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Desa Sembiran

Upaya Menghidupkan Kembali Budaya Gotong Royong, Kebersihan Lingkungan, dan Kepedulian Sosial Masyarakat Desa

Foto: Pemprov Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu secara serentak di sembilan kabupaten/kota se-Bali pada Sabtu (2/8). 

Buleleng, KabarBaliSatu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu secara serentak di sembilan kabupaten/kota se-Bali pada Sabtu (2/8). Langkah ini dilakukan untuk mendorong keberlanjutan budaya gotong royong, kebersihan lingkungan, serta memperkuat solidaritas sosial masyarakat desa. Untuk memperoleh gambaran yang objektif di lapangan, lokasi desa yang dipantau dipilih secara acak oleh masing-masing tim monev.

Di Kabupaten Buleleng, kegiatan monev dipusatkan di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula. Tim monitoring yang turun ke lokasi terdiri atas Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Dr. I Made Dwi Dewata, S.STP., M.Si.; Sekretaris II TP PKK Provinsi Bali, I Nyoman Mendra; serta Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Bali, dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes.

Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi gotong royong warga bersama tim monitoring untuk membersihkan pekarangan rumah, telajakan, balai banjar, wantilan, hingga tempat ibadah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pelaksanaan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu yang ditargetkan dapat berjalan secara rutin setiap bulan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Bali, dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes., menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen warga dalam gerakan ini.

“Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu bukan hanya menjadi tanggung jawab kader PKK, melainkan merupakan gerakan seluruh masyarakat desa untuk membangun lingkungan yang bersih dan sehat serta memperkuat kepedulian sosial dan budaya gotong royong,” ujar Sagung Mas Dwipayani.

Sosialisasi ini juga memaparkan secara detail tata cara pemukulan kulkul sebagai penanda dimulainya aksi gotong royong.

Pukul 05.45 WITA: Kulkul dipukul pertama kali sebanyak 3 (tiga) kali dengan ritme “tung… tung… tung…”.

Pukul 06.00 WITA: Kulkul kembali dipukul sebanyak 2 (dua) kali sebagai penanda seluruh warga mulai membersihkan pekarangan rumah masing-masing, kemudian dilanjutkan ke telajakan dan fasilitas umum di lingkungan desa.

Menanggapi pelaksanaan gerakan ini, Perbekel Desa Sembiran, I Ketut Gede Dony Widhi Ariawan, menyampaikan bahwa tradisi gotong royong sebenarnya sudah menjadi rutinitas mingguan masyarakat setempat. Kehadiran Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu diyakini semakin menghidupkan kembali semangat kebersamaan tersebut, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah dan desa secara kolektif.

Sebagai bentuk kepedulian sosial yang berjalan selaras dengan semangat gotong royong, Pemprov Bali turut menyalurkan bantuan sosial berupa 400 kilogram beras kepada warga yang membutuhkan di Desa Sembiran. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat solidaritas.

Usai sesi sosialisasi dan penyerahan bantuan, tim monev melakukan tinjauan langsung ke area permukiman warga. Pemprov Bali menilai pelaksanaan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Desa Sembiran secara umum telah berjalan dengan baik. Meski demikian, beberapa catatan perbaikan tetap diberikan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung lebih merata dan menjangkau partisipasi masyarakat yang lebih luas secara berkelanjutan. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini