Foto: Bupati Satria menerima kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Pangan Kemenko Pangan, Dr. Nani Hendiarti, di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, pada Sabtu (1/8).
Klungkung, KabarBaliSatu
Pemerintah Kabupaten Klungkung terus memperkuat komitmennya dalam menuntaskan persoalan sampah dari hulu ke hilir lewat teknologi ramah lingkungan. Langkah progresif ini mendapat perhatian langsung dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Bupati Klungkung, I Made Satria, menerima kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Pangan Kemenko Pangan, Dr. Nani Hendiarti, di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, pada Sabtu (1/8). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau secara langsung efektivitas sistem kerja mesin pirolisis dalam mengelola sampah di wilayah Kabupaten Klungkung.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria memaparkan cara kerja mesin pirolisis berbasis teknologi Cook Island yang tergolong ramah lingkungan. Mesin ini memanfaatkan sistem pemanasan bersuhu tinggi tanpa proses pembakaran terbuka. Alhasil, pengolahan sampah tidak menghasilkan asap melainkan uap air, sekaligus mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomis.
Secara kapasitas, mesin pirolisis ini diproyeksikan mampu mengolah sampah hingga 168 ton per hari, dengan target kumulatif yang diharapkan dapat mencapai 400 ton per hari.
Bupati Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian dan kehadiran perwakilan dari pemerintah pusat tersebut di Klungkung.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan Ibu Deputi Kemenko Pangan. Kehadiran ini menjadi motivasi dan komitmen bagi Pemkab Klungkung untuk terus mengoptimalkan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, demi mewujudkan lingkungan yang bersih serta mendukung ketahanan pangan dan energi yang berkelanjutan,” ujar Bupati Satria.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Pangan Kemenko Pangan, Dr. Nani Hendiarti, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi pemanfaatan teknologi pirolisis di TOSS Center. Ia menilai model pengolahan sampah di Klungkung ini sangat ideal dan layak untuk direplikasi oleh daerah-daerah lain di Indonesia.
“Luar biasa, TOSS Center ini sangat dikenal sebagai pusat edukasi dan pengolahan sampah terpadu di Klungkung. Saya sangat berharap pengelolaan sampah di sini bisa dijadikan contoh oleh daerah lain untuk mendukung kemandirian pengelolaan lingkungan serta integrasinya dengan sektor pertanian dan pangan,” ungkap Nani Hendiarti. (kbs)

